TARAKAN – Alif Barometer Data merupakan salah satu lembaga survey yang sudah berdiri sekitar 11 tahun yang lalu. Dalam perjalanannya Alif Barometer Data bergerak di Market serta politik yang berkaitan dengan Pemilu ataupun Pilek. Alif Barometer Dara memiliki perwakilan repesentatif yang berada di beberapa provinsi di Indonesia termasuk di kota Tarakan.
Dikatakan Khamid selaku Head of Research & Public Policy Alif Barometer bahwa untuk data empat nama calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltara diprediksi punya peluang besar mendapatkan kursi di Senayan.
“Pasalnya dari empat caleg tersebut, terdapat wajah baru dan lama yang diprediksi akan mewakili Kaltara di parlemen pusat selama lima tahun mendatang’” bebernya.
Bahkan para caleg DPR RI dapil Kaltara yang memiliki popularitas teratas ini berasal dari partai berbeda. Yang tentunya secara popularitas para caleg tersebut juga memiliki sebaran yang rapi.
“Hasil survei elektabilitas yang dilakukan secara door to door oleh Alif Barometer Data, sejak 27 hingga 31 Januari 2024 lalu di lima kabupaten/kota se-Kaltara, nama Rahmawati dari Partai Gerindra menduduki peringkat pertama dengan skor 37,4 persen. Kemudian peluang berikutnya ada nama Andravitri Karita dari Partai Golkar 29,2 persen, Irianto Lambrie (NasDem) 22,9 persen, dan incumbent Dedy Sitorus (PDIP) yang meraih skor 22,3 persen,” ungkapnya.
Rahmawati menempati posisi pertama untuk hasil survei tingkat popularitas caleg DPR RI di Kaltara, yakni 61 persen dan 55 persen suka. Disusul Irianto Lambrie 50 persen popularitas dan 38 persen suka, Dedy Sitorus 44 persen popularitas dan 31 persen suka, Andravitri Karita 43 persen popularitas dan 41 persen suka.
Disisi lain, menurut analisa dari tim survey meski punya popularitas yang tinggi, belum tentu masyarakat akan memilihnya, karena masyarakat masih mempertimbangkannya.
Mengingat tidak ada satupun caleg DPR RI dapil Kaltara ini yang memiliki elektabilitas sampai 20 persen, karena masih ada masyarakat yang masih bingung untuk menentukan pilihannya, dan busa dikatakan masih abu-abu.
Dilanjutkan Khamid bahwa metode penelitian survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode probability sampling untuk memperoleh sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode penarikan sampel acak sederhana dari populasi seribu sampel.
Selanjutnya dari seribu responden yang dilakukan di lima kabupaten kota, tercatat 374 responden berada di Tarakan. Selanjutnya Nunukan 274 responden, Bulungan 210, Malinau 105 dan 37 responden di Tana Tidung. Dengan rerata usia responden 21 hingga diatas 65 tahun, dengan latar belakang pekerja dan ibu rumah tangga.
“Untuk wawancara survei dilakukan secara langsung dengan tatap muka dimasing- masing rumah kepada seluruh responden secara yang telah memenuhi kriteria survei dan terdata sebagai pemilih tetap atau DPT,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post