• Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Tarakan TV
Advertisement Banner
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
Tarakan TV
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
No Result
View All Result
Tarakan TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Tarakan TV
  • Opini
Home Hukum & Kriminal

Tragedi Berdarah di Lapas Tarakan: Pisau Buah Jadi Senjata Pembunuhan

by Arif Rusman
27/09/2025
in Hukum & Kriminal
A A
Tragedi Berdarah di Lapas Tarakan: Pisau Buah Jadi Senjata Pembunuhan

TARAKAN – Insiden berdarah mencoreng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Kalimantan Utara. Seorang narapidana berinisial AT (27) tewas mengenaskan setelah ditikam sesama penghuni sel, AB (25), pada Rabu (24/9/2025) sore.

Bukan pisau rakitan yang kerap diasosiasikan dengan kekerasan di dalam penjara, senjata yang digunakan justru pisau buah alat sederhana yang biasa dijual bebas di pasaran.

Baca Juga

Polda Kaltara dan Pusat Studi Kepolisian UBT Kolaborasi Cegah Konflik Lewat Riset Akademik

Tingkatkan Spiritual WBP Lewat Program Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif

Amankan 1 Kg Sabu di Bandara Juwata, Polres Tarakan Tangkap Dua Pelaku

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu, membeberkan fakta mengejutkan ini.

“Pisau yang digunakan pelaku adalah pisau buah, bukan rakitan. Barang itu biasa dipakai untuk memotong buah dan dijual umum,” ujarnya.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA di dalam lingkungan Lapas. Namun, laporan baru diterima polisi setelah waktu magrib, ketika AT sudah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Korban mengalami luka tusuk tunggal di dada kiri yang merenggut nyawanya.

“Luka tusuk itu fatal. Korban tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit,” ungkap Ridho.

Selain pisau buah yang kini telah diamankan, polisi juga menyita pakaian korban dan pelaku sebagai barang bukti. Penyidikan kini tengah menyoroti motif di balik penikaman tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kaitan dengan utang-piutang terkait narkoba, meski polisi belum memastikan.

“Kami masih mendalami motifnya. Apakah ada unsur perencanaan atau tidak, itu masih dalam proses penyidikan,” tegas Ridho.

Hingga kini, lima saksi telah diperiksa, termasuk petugas Lapas dan keluarga korban. Pihak keluarga AT meminta agar kasus ini diproses secara hukum dengan tegas.

“Keluarga ingin keadilan. Mereka minta pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” kata Ridho.

Polisi menjerat AB dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman maksimal dalam pasal-pasal ini mencapai pidana mati atau penjara seumur hidup.

Tragedi ini kembali menyorot pengawasan di dalam Lapas Tarakan. Bagaimana sebuah pisau buah, yang seharusnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, bisa berubah menjadi alat pembunuhan.

Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap dan memastikan apakah ada kelalaian dalam pengawasan yang memungkinkan pisau tersebut berada di tangan pelaku.

Kasus ini memicu urgensi reformasi sistem pengawasan dan pengelolaan narapidana. Sementara itu, polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini demi menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya. (*)

Reporter : Arif Rusman

Related Posts

Polda Kaltara dan Pusat Studi Kepolisian UBT Kolaborasi Cegah Konflik Lewat Riset Akademik

Polda Kaltara dan Pusat Studi Kepolisian UBT Kolaborasi Cegah Konflik Lewat Riset Akademik

by Arif Rusman
23/06/2026
0

TARAKAN – Auditorium Rektorat Universitas Borneo Tarakan (UBT) menjadi pusat diskusi strategis para pemangku kepentingan Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (23/6/2026)....

Tingkatkan Spiritual WBP Lewat Program Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif

Tingkatkan Spiritual WBP Lewat Program Pembinaan Kerohanian Islam Inklusif

by Arif Rusman
18/06/2026
0

TARAKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus berupaya meningkatkan kualitas spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan...

Amankan 1 Kg Sabu di Bandara Juwata, Polres Tarakan Tangkap Dua Pelaku

Amankan 1 Kg Sabu di Bandara Juwata, Polres Tarakan Tangkap Dua Pelaku

by Arif Rusman
18/06/2026
0

TARAKAN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih dari 1 kilogram....

Kurangi Residivisme, Lapas Tarakan Beri Pembinaan Intelektual bagi WBP

Kurangi Residivisme, Lapas Tarakan Beri Pembinaan Intelektual bagi WBP

by Arif Rusman
05/06/2026
0

TARAKAN - Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan antusias mengikuti program pembinaan intelektual. Kegiatan ini digelar...

LDII Laporkan Akun Tiktok Info Kaltara Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

LDII Laporkan Akun Tiktok Info Kaltara Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

by Arif Rusman
01/06/2026
0

TARAKAN - Akun media sosial Info Kaltara resmi dilaporkan ke kepolisian atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Lembaga...

Petugas Lapas Tarakan Gelar Razia Malam, Temukan Senjata Tajam Rakitan dan Benda Terlarang

Petugas Lapas Tarakan Gelar Razia Malam, Temukan Senjata Tajam Rakitan dan Benda Terlarang

by Arif Rusman
20/11/2025
0

TARAKAN - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Kalimantan Utara, melakukan razia mendadak di kamar-kamar hunian warga binaan pemasyarakatan...

Next Post
IJTI Protes Pencabutan Kartu Identitas Liputan Jurnalis CNN Indonesia

IJTI Protes Pencabutan Kartu Identitas Liputan Jurnalis CNN Indonesia

Ricky Valentino dan Gelombang Baru Politik Anak Muda di PSI

Ricky Valentino dan Gelombang Baru Politik Anak Muda di PSI

IKA UNPAD Kaltim Kukuhkan Pengurus Baru di Ibu Kota Nusantara

IKA UNPAD Kaltim Kukuhkan Pengurus Baru di Ibu Kota Nusantara

Discussion about this post

Popular Post

  • Alit Suwirya Pimpin ATVLI 2026–2030

    Alit Suwirya Pimpin ATVLI 2026–2030

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Pelajar Kaltara Berkompetisi di LCC Empat Pilar MPR RI

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Pemkot Tarakan Matangkan Penyusunan RKPD

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • BNN Tarakan Waspadai Peredaran Narkotika Lewat Liquid Vape

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Tarakan Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkotika

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
Memberikan informasi terkini dan akurat. dengan slogan "Terdepan, Melayani Sepenuh Hati" menjadi semangat kami dalam menyampaikan informasi kepada pembaca

Rubrik

  • Budaya
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Kesehatan
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Tarakan TV

Berita Terbaru

Alit Suwirya Pimpin ATVLI 2026–2030

Alit Suwirya Pimpin ATVLI 2026–2030

25/07/2026
Pelajar Kaltara Berkompetisi di LCC Empat Pilar MPR RI

Pelajar Kaltara Berkompetisi di LCC Empat Pilar MPR RI

25/07/2026
  • Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.