TARAKAN – Ancaman peredaran narkotika di Indonesia terus mengalami perkembangan dengan berbagai modus baru. Selain masih maraknya peredaran narkoba melalui jalur konvensional, kini penyalahgunaan liquid vape yang mengandung zat narkotika menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional (BNN). Modus tersebut dinilai semakin berbahaya karena menyasar kalangan muda dan sulit dikenali masyarakat.
Kepala BNN Kota Tarakan, Evon Meternik, mengatakan Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, masih menjadi salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap peredaran narkotika. Kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta banyaknya akses masuk melalui jalur laut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemberantasan narkoba.
Menurut Evon, perkembangan modus operandi para pelaku juga terus berubah. Salah satu yang kini menjadi perhatian nasional adalah ditemukannya kandungan narkotika dalam liquid vape atau cairan rokok elektrik. Modus ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena bentuknya menyerupai produk yang beredar di masyarakat sehingga berpotensi mengecoh pengguna, khususnya generasi muda. BNN RI sendiri telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika yang disamarkan dalam liquid vape maupun rokok elektrik sepanjang tahun 2026.
Evon berharap fenomena tersebut menjadi perhatian seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, orang tua, hingga masyarakat luas agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika yang terus berevolusi.
“Peredaran narkotika saat ini sudah menggunakan berbagai modus baru. Salah satunya melalui liquid vape yang mengandung zat narkotika. Ini harus menjadi perhatian kita bersama karena sasarannya banyak menyentuh generasi muda. Kami berharap seluruh pihak dapat meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja, serta tidak mudah menggunakan produk vape yang asal-usulnya tidak jelas. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.” jelas Evon.
Ia menambahkan, BNN Kota Tarakan akan terus memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika, termasuk penyalahgunaan zat terlarang dalam liquid vape, diharapkan ruang gerak jaringan peredaran narkoba di Kota Tarakan dapat semakin dipersempit. (RF)








Discussion about this post