TARAKAN – Korban insiden jatuhnya pekerja konstruksi baja turbin 2 di lokasi PT PRi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Pertamedika. Berdasarkan keterangan saksi pekerja, korban yakni Zhang Yuteng warga China, tidak memasang pengait ke body harness saat melintas di atas konstruksi.
Zhang Yuteng tercatat sebagai pekerja di Shandong Kaixin, perusahaan di bidang konstruksi baja. Shandong Kaixin menjadi sub kontraktor untuk melakukan pembangunan power plant turbin 2 di PT PRI.
Legal Officer Shandong Kaixin, Marihot GT Sihimbing menerangkan, informasi yang beredar pasca insiden tersebut sempat simpang siur. Pihaknya menjelaskan, insiden murni diakibatkan kelalaian pekerja.
“Peristiwa sebenarnya adalah korban itu murni terjatuh dari konstruksi yang sedang dibangun, dan itu karena kelalaian dari korban sendiri karena tidak menggunakan peralatan safety. Jadi bukan tertinpa material, tapi terjatuh. Korban saat ini masih hidup dan dirawat di Pertamedika,” terang dia.
Menurut Marihot GT Sihombing, selama ini seluruh pekerja di area konstruksi baja turbin 2 sudah mengenakan body harness untuk pengaman. Kelengkapan alat safety wajib digunakan sebelum memulai aktivitas bekerja.
“Jadi semua pekerja sebelum memluai aktivitas itu dilakukan briefing, menggunakan alat pengaman kerja. Pada saat itu korban ini berinisiatif untuk naik sendiri. Sebenarnya sudah kita imbau untuk tidak menyebrang. Korban melintas dan tidak mengaitkan body harness pada tempatnya. Seandainya kalau dia mengikat body harness dan terjaruh, dia akan tergantung,” imbuh Marihot.
Polisi telah melakukan olah TKP, dan pihak perusahaan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunggu hasil penyelidikan resmi. Hal itu guna menghindari adanya disinformasi yang beredar.
“Kita sudah melapor dan sudah dilakukan olah TKP, alangkah baiknya kita sama-sama menunggu hasil dari Kepolisian,” jelas Marihot. (*)











Discussion about this post