TARAKAN – Semiloka Dongeng Bermuatan Budaya Kalimantan Utara berlangsung meriah di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelestarian budaya daerah melalui pengembangan dongeng yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Balai Pemajuan Kebudayaan Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, dongeng diangkat sebagai media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dengan cara yang menarik, kreatif, dan mudah dipahami.
Semiloka ini turut dihadiri oleh tokoh budayawan Kota Tarakan, Datu Norbeck, bersama AYS Tarakan yang hadir sebagai narasumber pendamping. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, serta Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, Dharmawati.
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan dongeng yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, dongeng diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga tradisi lisan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kalimantan Utara kepada generasi penerus.
Suasana kegiatan berlangsung semarak dengan antusiasme puluhan peserta yang mengikuti rangkaian seminar dan lokakarya. Dalam sesi seminar, peserta diajak memahami pentingnya dongeng sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral, nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, melalui sesi lokakarya, peserta didorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas dalam menyampaikan cerita. Dongeng bermuatan budaya lokal dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik sehingga mampu menjangkau anak-anak dan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, menilai kegiatan semiloka ini memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, dongeng dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.
“ Kegiatan semiloka dongeng bermuatan budaya lokal ini sangat penting, terutama dalam mengenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara kepada anak-anak sejak dini. Dongeng bukan hanya sekadar cerita untuk menghibur, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter untuk menanamkan nilai-nilai moral, kearifan lokal, serta kecintaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para pendidik dan pegiat literasi untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan dongeng sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memiliki minat baca yang baik, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para pendidik dan pegiat literasi dapat semakin kreatif dalam memanfaatkan dongeng sebagai media pembelajaran. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memiliki minat baca yang baik, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri di tengah perkembangan teknologi saat ini,” tambahnya.
Kalimantan Utara memiliki kekayaan tradisi, adat istiadat, serta cerita rakyat yang berpotensi dikembangkan menjadi bahan dongeng edukatif. Berbagai kisah tersebut dapat menjadi media untuk mengenalkan sejarah dan budaya daerah, sekaligus menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, gotong royong, dan rasa hormat kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, perpustakaan juga memiliki peran strategis sebagai ruang literasi dan pengembangan kebudayaan. Perpaduan antara seminar dan lokakarya diharapkan mampu memperkuat minat masyarakat terhadap cerita lokal sekaligus mendorong berkembangnya kegiatan literasi yang berakar pada budaya daerah.
Semiloka ini juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara budayawan, tenaga pendidik, pegiat literasi, dan masyarakat dalam mengembangkan dongeng sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Melalui Semiloka Dongeng Bermuatan Budaya Kalimantan Utara, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya lokal. Dongeng diharapkan terus hidup sebagai tradisi bertutur yang mampu menjembatani pengetahuan masa lalu dengan kreativitas generasi masa kini, sehingga kekayaan budaya Kaltara tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang. (RF)








Discussion about this post