TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan bersama Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat di kawasan lampu merah Simpang Empat THM, Kota Tarakan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah untuk melindungi masyarakat dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam aksi tersebut, sekitar 3.000 masker dibagikan kepada pengendara yang melintas di lokasi. Pembagian masker difokuskan kepada pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Kolaborasi ketiga instansi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah ancaman penurunan kualitas udara akibat karhutla. Selain membagikan masker, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Perwakilan PMI Kota Tarakan menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Melalui pembagian masker ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, terutama saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap. Kami berharap langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan,” ujarnya.
PMI Kota Tarakan bersama Dinas Kesehatan dan BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara terdampak asap karhutla. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel di udara.
Melalui sinergi antarlembaga ini, upaya pencegahan dampak kesehatan akibat karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif. PMI Kota Tarakan pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan serta mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.(RF)








Discussion about this post