TARAKAN – Upaya melestarikan budaya lokal Kalimantan Utara dilakukan melalui kegiatan Seminar dan Lokakarya Dongeng Bermuatan Budaya Lokal Kalimantan Utara yang diselenggarakan oleh Komunitas Juru Cerita, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur serta Perpustakaan Kota Tarakan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026, dengan melibatkan para peserta yang akan mengembangkan cerita dongeng berbasis budaya lokal Kalimantan Utara.
Kabid Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Dharmawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti sedikitnya 40 peserta. Dari jumlah itu, nantinya akan dipilih 20 peserta untuk menghasilkan karya cerita dongeng yang akan dibukukan.
“Setidaknya ada 40 peserta yang akan terlibat dalam kegiatan ini. Nantinya, 20 peserta terpilih akan dibuatkan buku berisi cerita dongeng yang mengangkat budaya lokal Kalimantan Utara. Pembiayaan penerbitan buku tersebut berasal dari Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur,” jelas Dharmawati.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya karya-karya cerita yang mengangkat kekayaan budaya daerah, sekaligus mendokumentasikan cerita lokal agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui seminar dan lokakarya ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kreativitas dalam menulis dan menyampaikan dongeng yang mengandung nilai-nilai budaya, sehingga warisan budaya Kalimantan Utara dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.








Discussion about this post