TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berhasil mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021. Adapun PAD yang berhasil dikumpulkan oleh Pemkot Tarakan ialah sebesar Rp 112 miliar.
Saat ditemui oleh Media Tarakan TV Wali Kota Tarakan dr. khairul, M. Kes, menyampaikan bahwa dalam melakukan pembangunan, daerah juga membutuhkan anggaran, dan dari dana tersebut diambil dari pajak, dan hal ini menjadi bagian dari sharing kepada masyarakat.
Tetapi, untuk pajak sendiri, diambil dari masyarakat yang memiliki aset ataupun pekerjaan. Sehingga dari pemerintah kota berharap kepada masyarakat yang mampu untuk bisa berkontribusi dengan pemerinrtah dalam melakukan pembangunan.
“Tentu kami berharap orang mampu berkontribusi untuk pembangunan, sebab harapan kita saat ini sangat bergantung pada PAD,” bebernya.
Selain itu, pendapatan juga diraih dari pundi-pundi lima Perumda, BLUD, pajak-pajak makanan, dan juga hotel. Mengingat PAD kota Tarakan masih cukup besar. Termasuk juga aset-aset kota Tarakan masih cukup banyak, sehingga tidak semuanya dibebankan kepada masyarakat. Bahkan masih banyak juga aset yang bisa disewakan, dan hasilnya digunakan untuk membangun.
Lanjutnya, kalau hanya menerima kontribusi dari pusat, masih membuat pihaknya banyak berpikir. Karena terkadang, anggaran dari pusat tidak sesuai ekspektasi perhitungan Pemkot Tarakan.
“Adapun PAD yang diraih pemerintah ini akan diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan, dan infrastruktur jalan. Seperti jembatan, drainase, penanganan banjir dan sebagainya,” pungkasnya.
Tambahnya, Pada tahun 2022, Wali Kota di Tarakan menargetkan tambahan capaian PAD, yakni menjadi sebesar Rp 164 miliar yang berbanding Rp 50 miliar dari tahun sebelumnya. Sehingga pemerintah memintah kesadaran masyarakat dalam membayar PBB untuk mengintensifkan pembangunan di Tarakan.
“Estimasi itu ada ilmunya, kalau yang mengelola negara ini rusak, maka rusaklah negara. Sedangkan untuk potensi PAD di tahun depan ada Pantai Amal,” tutupnya. (TTV)










Discussion about this post