TARAKAN – SD Negeri 002 Tarakan menggelar kegiatan Pameran Hasil Karya Siswa Berbudaya Lingkungan dengan mengusung tema “Berkarya untuk Bumi, Beraksi untuk Masa Depan”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan berbagai hasil karya kreatif yang memanfaatkan bahan ramah lingkungan sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Pameran yang melibatkan seluruh warga sekolah ini mendapat dukungan penuh dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga Komite Sekolah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan SD Negeri 002 Tarakan sebagai sekolah berstatus Adiwiyata Nasional.
Kepala SD Negeri 002 Tarakan, Asni Paudjiah, mengatakan bahwa pameran yang dilaksanakan tidak hanya menjadi sarana menampilkan kreativitas peserta didik, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan. Kami bersyukur karena seluruh tim sekolah, termasuk Komite Sekolah, memberikan dukungan penuh terhadap langkah SD Negeri 002 Tarakan menuju Adiwiyata Nasional. Berbagai tahapan penilaian telah kami lalui dan saat ini kami menunggu pengumuman yang informasinya akan disampaikan pada September mendatang,” ujar Asni.
Dalam mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Nasional, SD Negeri 002 Tarakan telah menerapkan lima aspek utama yang menjadi fokus penilaian, yakni Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Sanitasi, Keanekaragaman Hayati, Penghematan dan Konservasi Energi, serta Penghematan dan Konservasi Air.
Sementara itu, Ketua Adiwiyata SD Negeri 002 Tarakan, Sriwani Lubis, menjelaskan bahwa pembinaan kader Adiwiyata difokuskan kepada peserta didik kelas 3, 4, 5, dan 6. Para siswa tersebut diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini agar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kami terus memperkuat peran kader Adiwiyata yang berasal dari siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Mereka menjadi motor penggerak berbagai program lingkungan di sekolah. Melalui penerapan lima aspek Adiwiyata, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas sekolah, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik,” kata Sriwani.
Melalui pameran hasil karya siswa ini, sekolah berharap semangat menjaga lingkungan tidak hanya menjadi program sekolah semata, tetapi juga menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari seluruh peserta didik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat diwujudkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan aksi nyata demi masa depan yang lebih baik. (RF)








Discussion about this post