TARAKAN – Meskipun PPKM level 3 ditunda pelaksanaan nya, namun pihak pengurus Gereja Santa Maria Imakulata Kota Tarakan, tetap akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk perayaan hari Natal tanggal 24 dan 25 Desember mendatang. Dimana pihaknya akan menerapkan sistem ibadah secara per wilayah.
Antonius Andri Atmaka, OMI, selaku Pastor Gereja Santa Maria Imakulata menjelaskan, bahwa persiapan untuk merayakan hari Natal sudah mencapai 99 persen, dimana pihak Gereja lebih memfokuskan pada kegiatan ibadah untuk para umat Katolik, dan menghilangkan kegiatan samping lainnya.
‘’Sistem ibadah yang diterapkan, yakni sistem per wilayah per Kecamatan, tidak hanya itu, di dalam gedung Gereja, pihak pengurus hanya akan mengisi tiga orang untuk satu bangku, yang biasanya satu bangku bisa diisi enam orang,’’ Jelas Antonius.
Peraturan selanjutnya, yakni para umat yang ingin melakukan ibadah perayaan Natal di Gereja, juga dilarang membawa anak kecil, serta wajib membawa masker dari rumah masing-masing. Saat memasuki wilayah Gereja pun, para umat akan di periksa suhu tubuh, serta wajib mencuci tangan.
‘’Ketatnya protokol kesehatan saat perayaan Natal ini, sebagai langkah untuk mendukung upaya Pemerintah, menjaga agar situasi natal tetap berjalan lancar dan khidmat, tanpa menimbulkan klaster baru penyebaran Covid 19,’’ tutup Antonius. (RF)












Discussion about this post