TARAKAN – Kantor Pertolongan SAR Tarakan lakukan simulasi jatuhnya salah satu pesawat sipil Bintang Air diperairan Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengangkut sekitar 10 penumpang dengan rute Balikpapan- Tawau.
Kepala kantor SAR Tarakan Syahril menyampaikan bahwa sesuai dengan skenario kita mendapatkan informasi jika salah satu pesawat yang mengangkut sebanyak 10 orang dengan menggunakan pesawat Bintang Air terjatuh di perairan Tarakan.
Pesawat Bintang Air sebelumnya dilaporkan lost contact oleh Maskapai Sentosa dengan jumlah manifest penumpang sebanyak 10 orang. Sehingga Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan persiapan pencarian dan penangan serta mengerahkan sejumlah alutsista sejak pukul 09.30 WITA pagi tadi, Selasa (20/2). Termasuk juga melibatkan KN SAR Seta.
“Setelah mendapatkan informasi dari Airnav dan melihat titik lokasi kebakaran pesawat. Basarnas langsung bergerak setelah mendapatkan titik koordinat, kemudian langsung melakukan pencarian dengan menggerakkan semua unsur,” ungkapnya.
Selanjutnya dalam melakukan pencarian di lokasi sekitar pukul 10.53 WITA, korban tervakuasi 8 orang. Sisa dua korban masih dicari. Peristiwa ini merupakan simulasi latihan gabungan pencarian dan pertolongan korban pesawat jatuh di perairan Tarakan.
Kegiatan latihan gabungan ini disaksikan langsung oleh Direktur Kesiapsiagaan Basarnas RI Tarakan, Noer Isrodin Muchlisin, pihak Ditpolairud Polda Kaltara, Kakansar Tarakan. Dalam melakukan penyelamatan pihak SAR juga melibatkan personel gabungan.
Dilanjutkan Syahril jika sekitar pukul 10.00 WITA, seluruh korban berhasil ditemukan dimana 8 orang diantarannya selamat dan dua orang dinyatakan meninggal dunia. Di tengah evakuasi, turut hadir KAI Bunyu ikut membantu melakukan pencarian. Dibantu Polair di sekitar LKP dan unsur SAR lainnya.
“Setelah seluruh korban dinyatakan telah ditemukan dalam kecelakaan pesawat Bintang Air, Selanjutnya KN SAR SETA kembali ke dermaga untuk membawa seluruh korban ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data masing-masing korban,”tutupnya.(*)










Discussion about this post