TARAKAN – Melonjaknya harga tiket pesawat terbang selama beberapa bulan terakhir, membuat masyarakat Kaltara, utamanya Kota Tarakan mengeluh.
Merespon keluhan tersebut, Wali Kota Tarakan dr Khairul turut angkat bicara.
Khairul mengatakan, Pemerintah Kota telah memanggil pihak maskapai untuk meminta penjelasan. Dijelaskan, tingginya harga tiket pesawat tersebut dikarenakan tidak adanya kompetitor maskapai penerbangan.
“Mereka berdalih harga yang ditetapkan masih di bawah tarif batas atas. Otomatis harga tiket tinggi, apalagi tidak ada maskapai kompetitor yang beroperasi di Tarakan,” Ujar Khairul.
Sebagai informasi, maskapai penerbangan Lion Air menerapkan tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Pemkot Tarakan berharap akan adanya revisi tarif batas atas oleh Pemerintah Pusat. Tujuannya agar dapat menekan harga tiket yang tidak terlalu tinggi sehingga tak terlalu membebani masyarakat.
“Termasuk ada keterbukaan internal maskapai soal hitung-hitungan rincian harga tiket penerbangan. Dan perlu adanya kompetitor supaya maskapai tidak semau-maunya memainkan harga tiket,” Tutup Khairul.
Sementara itu, Zakaria, salah seorang warga Karang Rejo, Kota Tarakan sangat mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat. Ia bahkan menilai, kenaikan harga tiket sudah sangat tidak normal.
“Sekarang Tarakan-Jakarta mencapai Rp 2 juta lebih naik Lion Air. Kami gak ada pilihan lain karena maskapainya cuma mereka (Lion Air Group),” Kata Zakaria.
Zakaria bahkan menuturkan, kendati pemesanan telah dilakukan jauh sebelumnya, harga tiket masih sangat tinggi. Menurutnya, mestinya normal harga tiket Tarakan-Jakarta rata-rata Rp 1 jutaan.
Kenaikan harga tiket tersebut berdampak pula meningkatnya biaya perjalanan bisnis seperti pariwisata, transportasi, logistik, serta ritel.










Discussion about this post