JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas komitmennya sebagai penggerak ekosistem digital melalui Borneo Digital Summit 2025 di Balikpapan, Kalimantan. Bertema “Lead the Change, Win the Future: Digital Victory in B2B”. acara ini menjadi forum strategis untuk mempercepat digitalisasi di sektor pemerintahan di wilayah Kalimantan.
Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat tinggi, antara lain Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Plt. Deputi Transformasi Digital Pemerintah KemenPANRB Cahyono Tri Birowo, Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi Aris Kurniawan, dan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Kemendagri Suprayitno.
Dari Telkom, hadir Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Human Capital Management Henry Christiadi, serta EVP Telkom Regional IV Kalimantan Rachmad Dwi Hartanto.Fokus utama summit ini adalah percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan partisipatif.
Telkom berperan sebagai katalisator digitalisasi dengan menyediakan infrastruktur, platform, dan layanan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.Dalam sambutannya, Dian Siswarini menegaskan peran strategis Telkom dalam transformasi digital nasional.
“Telkom tidak hanya menjadi penggerak digitalisasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah. Kunci keberhasilan adalah kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, infrastruktur digital merupakan fondasi utama, didukung oleh platform dan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Acara ini menghadirkan narasumber kunci yang membahas isu strategis, seperti penguatan otonomi daerah melalui digitalisasi pelayanan publik oleh Akmal Malik, transformasi digital pemerintahan dan integrasi SPBE oleh Cahyono Tri Birowo, teknologi digital pemerintah oleh Aris Kurniawan, serta optimalisasi pembangunan daerah berbasis data digital oleh Suprayitno.
Sebagai penutup, sesi Focus Group Discussion (FGD) melibatkan pemerintah daerah, industri, dan praktisi teknologi untuk merumuskan langkah konkret percepatan transformasi digital. EVP Telkom Regional IV Kalimantan Rachmad Dwi Hartanto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan pendampingan mitra kompeten agar SPBE berjalan optimal.
“Optimalisasi anggaran, strategi digital yang matang, dan teknologi relevan menjadi kunci lompatan digital di daerah,” katanya
Melalui Borneo Digital Summit 2025, Telkom memperkuat posisinya sebagai penggerak digitalisasi nasional, optimistis bahwa kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan akan meningkatkan kualitas layanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post