TARAKAN – Laju inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Kota Tarakan pada Juni 2025 tercatat terkendali di level 1,23 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,18. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan melaporkan, kenaikan IHK ini terjadi dari 104,89 pada Juni 2024 menjadi 106,18 pada Juni 2025.
Meski demikian, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) mengalami deflasi tipis sebesar 0,08 persen, sementara inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) mencapai 1,14 persen.
Kenaikan inflasi y-on-y utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan sebesar 10,46 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,86 persen.
Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kenaikan indeks 0,59 persen (andil 0,19 persen), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,80 persen (andil 0,16 persen).
Kelompok kesehatan juga turut menyumbang dengan kenaikan indeks 1,82 persen (andil 0,05 persen).
Sementara itu, kelompok pengeluaran lain seperti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,15 persen (andil 0,02 persen), perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,68 persen (andil 0,03 persen), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,30 persen (andil 0,02 persen), serta pendidikan 0,48 persen (andil 0,02 persen).
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat kenaikan indeks 0,14 persen, namun andilnya terhadap inflasi tidak signifikan. Di sisi lain, tekanan deflasi datang dari kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 0,68 persen (andil deflasi 0,03 persen) serta kelompok transportasi yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,69 persen (andil deflasi 0,09 persen).
Dibandingkan periode sebelumnya, inflasi y-on-y Juni 2025 lebih rendah dari Juni 2024 (2,24 persen) dan Juni 2023 (2,96 persen). Demikian pula, inflasi y-to-d Juni 2025 (1,14 persen) lebih rendah dibandingkan Juni 2024 (1,51 persen) dan Juni 2023 (1,53 persen).
BPS mencatat, perkembangan harga komoditas secara umum pada Juni 2025 menunjukkan kecenderungan kenaikan, meskipun beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan. Kondisi ini mencerminkan dinamika harga yang masih terkendali di tengah tantangan ekonomi global dan domestik. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post