Tarakan – Senin Pagi, berlokasi di ruangan Aula Kantor BPKP Kaltara, digelar tayang bincang, strategi Debottlenecking pembangunan Kota Baru Mandiri atau yang disebut KBM, untuk wilayah Tanjung Selor, dimana sebagian besar kegiatan, membahas studi kasus pengawasan Integratif dan Kolaboratif pada KBM.
Totok Prihantoro selaku PLT. Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Utara menjelaskan, bahwa sebagai Provinsi yang berada di perbatasan, Kalimantan Utara memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan serta martabat NKRI, serta sebagai penyangga Calon Ibu Kota Negara (IKN).
‘’Pembangunan KBM memiliki dampak positif namun memiliki banyak tantangan, perlu kerjasama semua Stakeholder baik pusat, daerah dan swasta, dunia usaha untuk mensukseskan pembangunan KBM. Perlu dilakukan indentifikasi resiko dan merumuskan upaya Mitigasi risiko sehingga mengurangi hambatan kelancaran pembangunan, melakukan pengawasan kolaboratif,’’ Papar Totok.
Pengembangan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor dipandang dapat meningkatkan perekonomian serta daya saing Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran pengembangan KBM Tanjung Selor dalam meningkatkan daya saing Kaltara melalui konsep Smart Region.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan KBM Tanjung Selor memiliki peran yang signifikan, dalam peningkatan daya saing Provinsi Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan dalam menjaga kedaulatan NKRI sekaligus penyangga calon Ibukota Negara. (RF)










Discussion about this post