TARAKAN- SMP Negeri 7 Tarakan meluncurkan aplikasi AKAL (Anjungan Kejujuran Aksi Lingkungan) yang resmi di-launching pada Jumat, (13/02/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inovasi pendidikan karakter berbasis lingkungan.
Kepala SMPN 7 Tarakan, Budi Setyaning menjelaskan aplikasi AKAL merupakan program digital yang dirancang untuk menumbuhkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Melalui aplikasi ini kami ingin membiasakan anak-anak melakukan kebaikan secara sadar, bukan karena disuruh, tetapi karena sudah menjadi karakter,” ujar Budi.
Melalui aplikasi ini, siswa mencatat aksi positif yang mereka lakukan setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah. Contoh aksi di sekolah antara lain membersihkan kelas tanpa diminta di luar jadwal piket, mengambil sampah dan membuangnya ke tempat yang benar, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Sementara di rumah, siswa didorong menghemat air dan energi, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan.
“Hal-hal sederhana seperti memungut sampah atau mematikan lampu itu kelihatannya kecil, tapi kalau dilakukan terus menerus akan membentuk kebiasaan baik,” tambahnya.
Menurut Budi, inti dari program ini adalah menanamkan nilai kejujuran dan kemandirian sejak dini.
“Ketika mereka peduli lingkungan tanpa disuruh, itu nilai karakter yang ingin kita bangun. Anak-anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya sendiri,” katanya.
Nantinya, Setiap aksi yang dilakukan oleh siswa diinput langsung melalui perangkat yang disediakan sekolah. Data tersebut tersimpan di sistem admin dan dilaporkan kepada wali kelas sebagai nilai tambah siswa. Program ini dirancang berjalan setiap hari agar pembiasaan karakter positif terbentuk secara konsisten.
“Data yang mereka input bukan sekadar angka, tetapi rekam jejak pengalaman. Itu yang nanti menjadi nilai lebih bagi perkembangan karakter siswa,” jelas Budi.
Saat ini aplikasi masih dalam tahap uji coba kepada kader siswa. Para kader mendapatkan pelatihan khusus agar dapat menyosialisasikan penggunaan aplikasi kepada teman-temannya. Selain itu, tim Adiwiyata sekolah juga akan terlibat dalam pendampingan teknis.
Dikatakan Pemerintah Kota mendukung penuh inovasi ini, dengan catatan pelaksanaannya harus mendorong kejujuran nyata, bukan sekadar formalitas pengisian aplikasi.
Diharapkan inovasi ini dapat menumbuhkan budaya positif guna menghasilkan generasi yang berkarakter kuat dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (Ruls)*









Discussion about this post