TARAKAN – Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarakan dan Biro Pemuda Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Nasional Kota Tarakan menyambangi Polres Tarakan Selasa (30/03) pagi.
Kunjungan pemuda Kristiani itu disambut hangat oleh Waka Polres Tarakan, Kompol. Andreas Nurcahyo dan Kabag Ops Polres Tarakan AKP. Ariantoni Utama Bangalino, S.H., S.I.K.
Diketahui, kunjungan ini, sebagai respon atas aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Kota Makassar pada Minggu (28/03) lalu. Dalam audiensi, kaum muda Kristiani tersebut meminta jaminan keamanan menjelang Perayaan Jumat Agung dan Hari raya Paskah di Kota Tarakan.
Ketua Biro Pemuda BAMAG Nasional Kota Tarakan, Kristianto Triwibowo, berharap Polres Tarakan mampu melipat gandakan pengamanan menjelang perayaan keagamaan umat kristiani. Mengingat, kota Tarakan merupakan daerah transit dan menjadi pintu gerbang provinsi Kaltara.
“Kalimantan Utara merupakan daerah perbatasan dan Kota Tarakan sebagai daerah transit yang strategis. Marak sekali keluar masuknya orang dari lintas daerah dan negara, sehingga beragam juga aktifitas yang diketahui maupun tidak diketahui,” Tegas Kristitianto
Kristianto yang juga merupakan Ketua GMKI Cabang Tarakan 2018-2019 itu menambahkan, ia mendukung penuh upaya TNI/Polri untuk memperkuat pengaman. dirinya juga mewakili organisasi kepemudaan gereja meminta pengamanan yang intensif dan humanis saat perayaan Paskah dan menyambut Bulan Suci Ramadhan.
“Sebaiknya kepolisian memiliki pola-pola pengaman yang adaptif di daerah ini. Karena dinamis sekali aktifitas disini. Saya masih ingat Kasat Intelkam Polres pernah menyampaikan bahwa Tarakan sebagai lalu lintas orang-orang dalam pantauan khusus mereka, sehingga ini bisa ditindaklanjuti dengan memperkuat pengamanan,” Pungkas Kris (Sapaan akrab Kristianto).
Senada dengan Kristianto, Ketua GMKI Cabang Tarakan, William Rizky Tonapa meminta agar pihak Kepolisian, bisa lebih memperkuat sistem pengamanan, jangan sampai tragedi ini terjadi kembali, apalagi di Kota Tarakan. Karena aksi teror di rumah ibadah berulangkali terjadi dan sangat merugikan komponen bangsa.
“Jadi tidak hanya fokus dalam hal penindakan, jadi proses pencegahan juga harus ada. Sebelum terjadi kejadian, harusnya ada proses mencari tahu kembali lalu mengantisipasi,” Tegas William.
William mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Kedatangan kami bukanlah sebuah ketakutan atau kekhawatiran. Melainkan upaya ini untuk terus menggalangkan bahwa masyarakat bersatu melawan terorisme,” Jelas William.
“Untuk itu kami akan geraki kader-kader kami untuk menebarkan kondusifitas, menepis rasa takut, menyebarkan informasi akurat agar masyarakat tak terprovokasi terutama ini menjelang Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah,” Imbuh William.
William juga menuturkan, pihaknya akan menggerakkan pada kadernya yang tergabung di beberapa gereja untuk saling menjaga gereja yang tidak terjangkau aparat keamanan, mengingat terbatasnya personel keamanan.
“Kalau ada gereja yang tidak terjangkau aparat TNI-POLRI tentunya kepemudaan gereja berfungsi untuk menjaga,” Tutupnya. (DS)










Discussion about this post