TARAKAN – Merespon aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Kota Makassar pada Minggu (28/03) lalu. Kepolisian Resor (Polres) Tarakan memastikan akan meningkatkan pengamanan menjelang perayaan Jumat agung dan Hari raya paskah.
Hal ini disampaikan Wakapolres Tarakan, Kompol Andreas Nurcahyo saat menggelar audiensi bersama Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarakan dan Biro Pemuda Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Nasional Kota Tarakan di Mako Polres Tarakan, Selasa (30/03) pagi.
“Kami telah siapkan personil untuk tingkatkan pengamanan di masa pekan suci ini mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung dan Hari Paskah,” Ungkap Andreas kepada awak media.
“Sekitar 100 lebih personil Polisi yang mengamankan Paskah dan juga kami akan berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob Polda Kaltara untuk lakukan sterilisasi di Gereja-gereja,” Sebutnya.
Andreas mengungkapkan, jumlah personil yang ditempatkan untuk pelaksanaan pengamanan di setiap Gereja akan menyesuaikan estimasi jumlah jemaat yang beribadah.
“Terutama gereja-gereja yang menurut kami rawan dan jumlah jemaat yang cukup banyak,” Ucapnya.
Sementara itu, Andreas mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan kaum muda Kristiani tersebut dalam meminta serta mendukung kegiatan pengamanan TNI-POLRI.
“Kedatangan rekan-rekan memberi semangat bagi kami untuk terus melayani masyarakat. Tentu kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar menjadi keprihatinan kita semua dan pihak kepolisian telah menyelidiki jaringan teroris tersebut,” Sambut Andreas.
Andreas memastikan pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan di daerah tempatnya bertugas dengan selalu sinergi bersama masyarakat.
“Masyarakat tak perlu khawatir, dari sebelumnya kami telah intens menerjunkan personil polisi untuk mengamankan Sholat Jumat, Ibadah Minggu dan peribadatan agama lainnya. Menjelang paskah ini kami akan melakukan pengamanan yang lebih dari sebelumnya,” Ungkap Andreas.
Ia berharap GMKI dan Pemuda BAMAG Nasional mengajak pemuda Gereja untuk turut menciptakan keamanan saat berlangsungnya ibadah atau kegiatan di Gereja, pasalnya jemaat gereja tentu yang lebih mengenali orang saat ibadah. (DS)











Discussion about this post