TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara mencatatkan net outflow sebesar Rp 426,95 miliar sepanjang Maret 2025. Hal ini didorong oleh arus uang keluar (outflow) yang jauh lebih besar dibandingkan arus uang masuk (inflow) di wilayah tersebut.
Berdasarkan rilis resmi KPw BI Kaltara, outflow pada Maret 2025 mencapai Rp482,01 miliar, melonjak 119,54% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sebaliknya, inflow tercatat hanya Rp55,06 miliar, terkontraksi signifikan sebesar 54,94% (yoy). Perbedaan tajam antara outflow dan inflow ini menjadi pendorong utama net outflow yang cukup besar pada periode tersebut.
KPw BI Kaltara menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan kegiatan dropping dan penarikan uang, termasuk penggantian uang tidak layak edar, di tiga Kas Titipan Bank Indonesia, yaitu Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas uang yang beredar di masyarakat tetap dalam kondisi layak edar, sesuai dengan kebutuhan perekonomian lokal.
Pengelolaan peredaran uang merupakan bagian dari komitmen BI untuk menjaga stabilitas moneter dan mendukung kelancaran transaksi ekonomi di Kaltara.
Tingginya outflow pada Maret 2025 dapat mencerminkan aktivitas ekonomi yang meningkat, termasuk kebutuhan uang kartal untuk transaksi di wilayah Kaltara yang memiliki karakteristik geografis kepulauan dan perbatasan. Namun, kontraksi inflow yang signifikan juga menjadi perhatian, karena dapat mengindikasikan perlambatan arus masuk uang dari luar wilayah.
KPw BI Kaltara menyatakan akan terus memantau dinamika peredaran uang dan mengambil langkah antisipatif untuk memenuhi kebutuhan likuiditas masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post