TARAKAN – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) sepanjang Maret 2025. Layanan BI-Fast, Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) berjalan efisien, aman, andal, dan lancar di wilayah ini, mendukung akselerasi transaksi ekonomi digital.
Berdasarkan rilis KPw BI Kaltara, transaksi BI-Fast menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai transaksi BI-Fast pada Maret 2025 mencapai Rp 3,40 triliun, melonjak dari Rp 1,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Volume transaksi juga meningkat tajam, mencatatkan 1,64 juta transaksi dibandingkan 640 ribu transaksi pada Maret 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya adopsi layanan pembayaran instan yang cepat dan terjangkau di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Sebaliknya, transaksi BI-RTGS mengalami kontraksi. Nilai transaksi BI-RTGS pada Maret 2025 tercatat Rp926,8 miliar, turun 20,43% secara tahunan (yoy). Volume transaksi juga menurun 5,58% (yoy) menjadi 558 transaksi.
Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh pergeseran preferensi pelaku usaha ke layanan pembayaran yang lebih cepat seperti BI-Fast untuk transaksi bernilai besar.
Sementara itu, transaksi melalui SKNBI juga mengalami penurunan. Nilai transaksi transfer dana SKNBI pada Maret 2025 sebesar Rp323,8 miliar, terkontraksi 6,21% (yoy), dengan volume transaksi sebanyak 6.612 transaksi, turun tipis 1,18% (yoy). Penurunan ini menunjukkan adanya peralihan bertahap ke sistem pembayaran digital yang lebih efisien.
Di sisi lain, adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kaltara terus menunjukkan tren positif. Per Februari 2025, jumlah merchant QRIS di provinsi ini mencapai 99.536, meningkat 4.167 merchant dibandingkan posisi akhir Desember 2024 sebanyak 95.369 merchant.
Jumlah pengguna QRIS juga bertambah, mencapai 123.162 pengguna per Februari 2025, atau naik 1.725 pengguna dibandingkan akhir 2024. Peningkatan ini mencerminkan semakin luasnya penerimaan QRIS sebagai alat pembayaran non-tunai yang praktis di kalangan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
KPw BI Kaltara menyatakan optimisme terhadap perkembangan ini. Pertumbuhan transaksi BI-Fast dan penetrasi QRIS menunjukkan transformasi digital di sektor pembayaran berjalan pesat. Kami terus mendorong inklusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, BI Kaltara berkomitmen memperluas edukasi dan sosialisasi sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat di wilayah perbatasan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Kaltara. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post