TARAKAN – Dalam upaya deteksi dini pencegahan risiko gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menggelar razia intensif di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa malam (15/7/2025).
Kegiatan ini melibatkan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) dan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Keamanan Lapas (KPLP), Ahmad Ali.
Razia ini merupakan bagian dari Program 100 Hari Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta 13 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Fokus utama kegiatan ini adalah memberantas peredaran narkoba dan penipuan dengan berbagai modus di lapas dan rutan.
Puluhan petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh di setiap kamar hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan. Ahmad Ali menjelaskan, razia ini dilakukan secara intensif untuk mewujudkan Lapas Tarakan yang bebas dari handphone, pungli, dan narkoba (Halinar).
Hasil razia kali ini berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, seperti senjata tajam rakitan, cermin kaca, dan terminal listrik.
Namun, petugas tidak menemukan alat komunikasi seperti handphone maupun indikasi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di dalam lapas.
Dalam sesi press release, Ahmad Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan Tim Satopspatnal yang terlibat.
“Kegiatan ini adalah komitmen kami untuk menjaga situasi Lapas Tarakan tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami berterima kasih atas kerja sama tim dalam mendukung pengamanan dan pelaksanaan razia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa razia rutin ini akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan mendukung visi Lapas Tarakan yang lebih baik ke depannya.
“Kami semua bertanggung jawab menjaga lapas ini agar bebas dari gangguan keamanan,” tutup Ahmad Ali.
Dengan langkah tegas ini, Lapas Tarakan menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung rehabilitasi warga binaan. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post