TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui program Gerakan Narapidana Menabung (Gernabung). Bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), program ini diperkuat untuk mendorong narapidana mengelola keuangan secara mandiri, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (10/7).
Melalui kerja sama dengan BRI, setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif mengikuti program kegiatan kerja difasilitasi memiliki buku rekening atas nama pribadi. Premi hasil kerja mereka akan langsung disalurkan ke rekening masing-masing.
Langkah ini memastikan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan transparan, sekaligus memberikan rasa tanggung jawab kepada WBP.
Kasi Kegiatan Kerja Lapas Tarakan, Andhika Abrian, yang mewakili Kepala Lapas, menjelaskan bahwa Gernabung menjadi salah satu wujud pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya mengajarkan kebiasaan menabung, tetapi juga melatih warga binaan untuk mengelola hasil kerja mereka secara bertanggung jawab. Hak-hak mereka tercatat jelas dan dapat diakses setelah bebas,” ujar Andhika.
Kerjasama dengan BRI ini diharapkan mempermudah akses layanan perbankan bagi WBP sekaligus meningkatkan literasi keuangan sederhana. Dengan bekal keterampilan pengelolaan keuangan, warga binaan diharapkan lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengedepankan pembinaan yang profesional dan humanis.
Program Gernabung menjadi bukti nyata bahwa Lapas Tarakan tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan untuk hidup mandiri dan produktif di masa depan. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post