TARAKAN- Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah. Pengelolaan uang Rupiah juga merupakan salah satu tugas Bank Indonesia untuk mendukung tujuan BI, yaitu stabilitas nilai Rupiah. Dalam pengelolaan uang rupiah termasuk didalamnya pengedaran uang, Bank Indonesia mempunyai misi untuk menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar.
Pengedaran dan penggunaan uang Rupiah di seluruh NKRI merupakan hal penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Rupiah bukan saja sebagai alat transaksi pembayaran, tetapi Rupiah juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa dan menjadi salah satu simbol kedaulatan bangsa sebagaimana ditegaskan dalam UU Mata Uang.
Terdapat tiga tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan Rupiah. Pertama, adalah kondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau (17.499 pulau, berbatasan dengan 11 negara tetangga) dengan keterbatasan infrastruktur sehingga mempengaruhi jangkauan Bank Indonesia dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Terluar (3T).
Kedua, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang. Hal ini tentunya mempengaruhi kualitas uang Rupiah kita. Dalam konteks ini, tantangan ini perlu kami jawab dengan edukasi.
Ketiga, penggunaan uang selain Rupiah sebagai alat pembayaran khususnya di wilayah perbatasan.
Dalam menghadapi tantangan dan menjalankan misi tersebut maka BI perlu melakukan kerjasama dan bergandengan tangan dengan semua elemen bangsa, termasuk dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang merupakan salah satu elemen bangsa yang berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI melalui kekuatan armadanya dan operasi rutin menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Sinergi Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut diperlukan untuk dapat membantu keterbatasan Bank Indonesia dalam melakukan pengedaran uang Rupiah sehingga misi Bank Indonesia dalam menyediakan uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI khususnya wilayah kepulauan 3T dapat tercapai. Sinergi ini secara substansi mempertemukan dua kepentingan yang sama, dimana TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan seluruh wilayah NKRI dengan pertahanan dan BI berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan Rupiah.
Sinergi strategis antara TNI AL dan BI telah dimulai sejak tahun 2012, melalui kegiatan pelayanan kas keliling di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil) di seluruh wilayah NKRI. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau dengan transportasi umum. Selain kegiatan tersebut, juga dilakukan kegiatan lainnya meliputi edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Penyaluran PSBI dan sembako di wilayah/pulau tujuan. Pelaksanaan layanan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Tim Medis TNI AL.
Sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2023, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah melaksanakan 110 kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan 565 pulau 3T terkunjungi. Pada tahun 2023 Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Pulau 3T akan dilaksanakan sebanyak 17 kali di 17 Provinsi dan menjangkau 85 pulau di wilayah 3T yang dikunjungi.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kalimantan Utara dimulai sejak tanggal 23 s.d 29 Februari 2024 dengan mengunjungi 5 (lima) pulau terluar, yaitu, Pulau Bunyu, Pulau Sebatik, Teluk Sulaiman, Pulau Derawan dan Pulau Maratua menggunakan KRI dr Soeharso-990 dengan membawa fisik uang tunai berupa Uang Rupiah sebesar Rp. 4.500.000.000,- (Empat Milyar Lima Ratus Juta Rupiah).
Kegiatan ini melibatkan 30 orang on board dari 13 satuan kerja Bank Indonesia yaitu Departemen Pengelolaan Uang, Departemen Komunikasi, KPwBI Sumatera Barat, KPwBI Kalimantan Selatan, KPwBI Jawa Timur, KPwBI Kalimantan Tengah, KPwBI Kalimantan Timur, KPwBI Papua, KPwBI Sulawesi Selatan, KPwBI Balikpapan, DIY Yogyakarta, KPwBI Jawa Tengah, dan KPwBI Kalimantan Utara, serta Baznas Kalimantan Utara, dan Tim Medis TNI AL.
Pemberangkatan perdana tahun 2024 kas keliling yang menggunakan armada Kapal Republik Indonesia (KRI) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) ini dilakukan di Dermaga Lantamal XIII, Tarakan kalimantan Utara pada 23 Februari 2024. ERB 2024 ini juga dirangkaian dengan kick off Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah 2024 dan peresmian Tugu Rupiah Berdaulat di Sebatik, Kabupaten Nunukan pada 25 Februari 2024.
Kegiatan peluncuran ERB tersebut diresmikan oleh Deputi Gubenur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono dan Koordinator Staf Ahli Kasal Laksda TNI Budi Setiawan,S.T. M.Tr.Opsla. turut hadir pula Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Paliwang.,M.Si dan Forkopimda Kaltara.
Selanjutnya, Koordinator Staf Ahli Kasal (Koorsahli): Laksda TNI Budi Setiawan, S.T., M.Tr.Opsla berharap kegiatan ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang berada di wilayah 3T dengan mendapatkan uang layak edar. Melihat kondisi geografis negara Indonesia, tentunya luas wilayah dan sebaran pulau kecil menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri tanpa adanya persatuan dan kesatuan antar semua elemen bangsa. TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia, disinilah titik temu kerjasama yang dibangun antara dua elemen bangsa yaitu Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut sama-sama mejaga kedaulatan serta kesamaan kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional,” papar Budi.
Selain itu, dengan dukungan penuh oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Gubernur Kalimantan Utara Zaainal Paliwang.,M.Si menyebutkan salah satu bentuk dukungan Pemprov adalah pembangunan Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) yang mana memiliki kontribusi positif pada pengendalian inflasi daerah dan pertumbuhan ekonomi Kaltara. Lebih lanjut, Dr Bustan, SE., MSi menyebutkan bahwa kegiatan ERB ini adalah salah satu bentuk sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Bank Indonesia yang mampu membawa provinsi untuk berubah maju dan sejahtera.(*)











Discussion about this post