TARAKAN – Insiden tragis menimpa sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Patimura, Kelurahan Pamusian, Tarakan, pada Jumat pekan lalu. Dua pengunjung dan tiga wanita pemandu karaoke atau ladies company (LC) diduga mengalami keracunan alkohol setelah mengonsumsi minuman beralkohol (minol).
Insiden ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif. Dua korban meninggal dunia adalah seorang pengunjung berinisial RS dan seorang LC berinisial SN, yang meninggal pada Kamis (21/08/2025).
Sementara itu, pengunjung berinisial JS serta dua LC lainnya, S dan J, masih dirawat di RSUD dr. Jusuf SK. Salah satu LC dikabarkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus ini. Tempat kejadian perkara (TKP) telah diproses, dan THM tersebut ditutup sementara dengan garis polisi untuk keperluan penyelidikan.
“Kami telah melakukan olah TKP dan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh informasi terkait kondisi korban,” ujar Erwin.
Polisi masih menyelidiki jenis minuman keras yang diduga menjadi penyebab keracunan, apakah oplosan atau jenis lain. Barang bukti berupa minuman dan benda lainnya telah disita dari TKP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Erwin, autopsi akan dilakukan terhadap korban LC yang meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltara pada malam ini.
Namun, autopsi tidak dilakukan pada korban pengunjung RS karena jenazahnya langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Korban RS diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Tarakan.
“Kami masih mengumpulkan data lengkap terkait identitas para korban, baik pekerja THM maupun pengunjung. Semua masih dalam proses pemeriksaan,” tambah.
Insiden ini diduga terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol yang menyebabkan intoksikasi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Pihak berwenang juga terus menggali keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post