TARAKAN – Pengurus Kota Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Tarakan optimistis mampu meraih prestasi terbaik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara yang akan berlangsung di Kabupaten Malinau, 11 hingga 20 November 2026 mendatang.
Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris FORKI Kota Tarakan, Safrida. Ia menilai peluang untuk kembali meraih prestasi cukup terbuka, terlebih persiapan atlet terus dimaksimalkan melalui program Training Center atau TC.
Sebanyak 17 karateka terpilih mengikuti pemusatan latihan selama dua bulan, mulai 6 September hingga 5 November 2026. TC menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kondisi fisik, teknik, mental, serta kesiapan bertanding para atlet sebelum menghadapi persaingan di Porprov II Kaltara.
Safrida mengatakan, para atlet yang mengikuti TC merupakan hasil seleksi dari sejumlah perguruan karate di Kota Tarakan. Selama menjalani pemusatan latihan, para karateka diarahkan untuk fokus meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kekompakan sebagai satu kontingen Tarakan.
“Kami optimistis bisa meraih hasil terbaik. Karena itu, TC ini kami maksimalkan untuk meningkatkan fisik, teknik, mental, dan kekompakan atlet. Harapannya, seluruh persiapan yang dilakukan dapat membuahkan prestasi di Porprov nanti,” ujar Safrida.
Optimisme FORKI Tarakan juga didukung catatan prestasi pada Porprov I Kaltara tahun 2022. Saat itu, kontingen Kota Tarakan berhasil menjadi juara umum dengan raihan 103 medali emas, 99 perak, dan 78 perunggu.
Khusus cabang olahraga karate, Tarakan juga berhasil menjadi juara umum dengan mengamankan tujuh medali emas dan enam medali perak.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi FORKI Tarakan untuk kembali mempertahankan prestasi pada Porprov II Kaltara di Malinau.
Untuk menghadapi ajang tersebut, FORKI Tarakan menyiapkan atlet untuk turun pada 15 nomor pertandingan. Nomor tersebut terdiri dari 11 kumite atau pertandingan tarung, serta nomor kata perorangan putra, kata perorangan putri, dan kata beregu putra-putri.
Safrida menyebut, target minimal yang dipatok adalah mempertahankan raihan tujuh medali emas seperti pada Porprov sebelumnya. Namun, pihaknya tetap membuka peluang untuk melampaui capaian tersebut.
“Target minimal kami mempertahankan tujuh medali emas. Tetapi tentu kami berharap bisa lebih dari itu. Yang terpenting seluruh atlet fokus, disiplin mengikuti program latihan dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik saat pertandingan,” tambahnya.
Selain peningkatan kemampuan teknis, aspek mental dan kekompakan tim juga menjadi perhatian selama TC. Para atlet dari berbagai perguruan diharapkan mengesampingkan perbedaan asal perguruan dan bersatu membawa nama Kota Tarakan.
Dengan persiapan intensif yang dilakukan hingga menjelang pertandingan, FORKI Tarakan berharap para karateka mampu tampil maksimal di Malinau dan kembali membawa pulang medali emas untuk Kota Tarakan. (RF)








Discussion about this post