TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan melakukan verifikasi data dari Kemendikbudristek sebanyak 3412 anak putus sekolah pada rentan usia 7 sampai 18 Tahun. Dari hasil verifikasi, terdata sebanyak 224 anak di Tarakan mengalami putus sekolah dan tidak bersekolah.
Verifikasi dilaksanakan melalui Sistem Informasi Anak Putus dan Tidak Bersekolah (SIAPLAH). Proses verifikasi dilaksanakan dengan dibantu pihak Kelurahan, RT serta masyarakat. Data anak tersebut dimasukkan ke dalam sistem aplikasi, dengan mengisi kuesioner.
“Kita untuk jangka pendek, dari data 4312 anak putus sekolah dari Kemendikbudristek, kita verifikasi sekarang ada 224 anak. Dinas Pendidikan Tarakan tidak berhenti sampai di situ, kita masih terus lakukan verifikasi di lapangan. Harapan kami bisa bekerjasama dengan pihak Kelurahan, RT, termasuk masyarakat yang mengetahui ada anak putus sekolah di lingkungannya itu bisa menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Tarakan,” terang Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha.
Dalam verifikasi tersebut, Disdik mendapati sejumlah anak yang masuk dalam data putus sekolah Kemendikbudristek kini sudah melanjutkan pendidikan kesetaraan, serta berpindah domisili di luar kota Tarakan. Sehingga hasil verifikasi menunjukkan dari 4312 anak, tersisa 224 anak di Tarakan.
“Kami tindaklanjuti supaya bisa masuk ke pendidikan kesetaraan. Anak putus sekolah itu nanti masih dibiayai oleh pemerintah melalui dana biaya operasional pendidikan. Kita berharap dalam jangka 2 bulan terakhir ini penarikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Agustus , anak yang putus sekolah itu bisa masuk ke pendidikan kesetaraan,” ujar Tamrin Toha.
Selain peran Disdik, Tamrin Toha juga berharap peran aktif dari penyelenggara pendidikan kesetaraan untuk terlibat langsung dalam mengajak anak putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan, agar memperoleh ijazah paket A, paket B dan paket C.
“Kami berharap partisipasi penyelenggara pendidikan kesetaraan itu jemput bola, jangan kita berhenti sampai pada verifikasi data saja. Anak ini harus diberi edukasi, harus dibujuk supaya masuk dan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan,” jelasnya. (*)












Discussion about this post