TARAKAN – Puluhan warga dari berbagai latar belakang profesi menggelar aksi orasi di Jalan Aki Balak, dekat Batalyon 613/Raja Alam, pada Sabtu (29/8/2025) sore.
Dalam kegiatan tersebut, mereka membawa spanduk yang berisi dukungan terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI, yang tengah menjadi perhatian publik di Indonesia.
Para peserta aksi, yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan, menyuarakan dukungan mereka terhadap RUU TNI. Mereka menilai regulasi ini merupakan langkah signifikan dalam proses modernisasi alutsista dan peningkatan kemampuan TNI dalam menghadapi tantangan global.
Mereka juga menegaskan bahwa TNI adalah simbol kekuatan dan kehormatan bangsa sekaligus benteng terakhir rakyat. RUU TNI dinilai dapat memperkuat posisi TNI dalam melindungi negara dan masyarakat.
“Kami mendukung RUU TNI. TNI kuat bersama rakyat,” kata Badrun, koordinator lapangan aksi tersebut.
Badrun menambahkan bahwa hubungan antara TNI dan rakyat selama ini sudah terjalin dengan sangat baik. Ia juga menyoroti berbagai kegiatan sosial yang dilakukan TNI untuk membantu masyarakat.
Selain menyatakan dukungan terhadap RUU TNI, ia berharap peran TNI semakin optimal dalam memberantas peredaran narkoba, mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia.
“Kami setuju dan mendukung TNI dalam memberantas narkoba serta menjaga kedaulatan negara Indonesia,” tegasnya.
Menurut Badrun, narkoba yang masuk ke Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan Utara, mayoritas berasal dari negara tetangga seperti Malaysia. Hal ini dianggap sebagai ancaman serius yang merusak generasi muda bangsa.
“Narkoba sangat merusak generasi muda, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” tambahnya.
Warga turut berharap agar keberadaan TNI di pos-pos perbatasan semakin diperkuat guna mencegah masuknya narkoba ke wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Utara dan Tarakan. (*)
Reporter : Agung Pradana
Redaktur : Arif Rusman










Discussion about this post