TARAKAN – Memasuki tahun politik Pilkada 2024, Ketua DPD Partai Demokrat Kaltara, Yansen TP menegaskan, dirinya akan memprioritaskan kader untuk diusung. Yansen juga meminta agar para kader potensial ikut berkompetisi dalam Pilkada.
“Saya simpulkan begini, organisasi manapun sesungguhnya entah itu parpol atau apa saja, pasti mengedepankan kader, terlebih partai Demokrat. Saya manut pada arahan dari DPP. Bahwa setiap orang yang ada dalam tatanan kepengurusan DPC kah, DPD kah, harus layak menjadi pemimpin,” kata Yansen TP.
Keputusan untuk memprioritaskan kader sudah melalui beberapa pertimbangan di rapat internal partai. Prioritas itu ditujukan terutama bagi setiap ketua DPC yang ada di kabupaten kota se-Kaltara.
“Kami berharap setiap ketua DPC harus siap dan bisa memimpin dalam kapasitas apapun dan di mana saja. Tapi kalau mekanisme politiknya jalan nanti kan ada komunikasi lintas parpol , lintas tokoh dan sebagainya. Karena itu kami berdasarkan hasil rapat pimpinan, kita sepakat dan putuskan kader-kader menjadi prioritas kita,” tegas Yansen.
Yansen juga menyebut, salah satu kader yakni Ketua DPC yang sudah masuk radar untuk diberikan mandat dalam kontestasi Pilkada 2024 ialah Bupati Malinau, Wempi W Mawa. Sebagai ketua DPC Demokrat Malinau, Wempi mampu membawa partai-nya meraih 9 kursi DPRD.
“Kalau di Malinau, mekanisme kami sudah menunjukkan dia (Wempi) prioritas. Artinya prioritas di sini bahwa dia memperoleh legitimasi dari masyarakat itu cukup tinggi. Dari pemilihan (Pemilu) Tahun 2019 itu 7 kursi menjadi 9 kursi. Jadi saya kira tidak ada alasan, seorang ketua DPC mampu me-manage partai dengan perolehan suara besar,” ujar Yansen.
Terkait figur yang diusung untuk Pilkada di Tarakan, Yansen menyiratkan peluang tetap terbuka bagi non kader kendati ketua DPC tetap akan didorong untuk ikut berkontestasi.
“Tarakan nanti tentu kita harapkan supaya kader kita berani juga berkompetisi. Kenapa kita harus menunggu datang dari luar kalau di dalam ada. Tetapi kan kita tidak serta merta, harus tetap ada mekanismenya. Kalau yang terbaik itu oang dari luar (non kader) kenapa tidak,” tukas Yansen. (*)











Discussion about this post