TARAKAN – Workshop Tari Jepin tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Tarakan digelar dengan melibatkan sebanyak 70 peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada anak sejak usia dini.
Mengangkat tema “Membumikan Budaya Kebersamaan Anak Usia Dini dalam Gerak Seni Tari”, workshop tersebut menghadirkan Datu Norbek sebagai pelatih sekaligus narasumber. Ia dikenal sebagai tokoh adat, seniman, serta pelestari budaya Suku Tidung asal Kota Tarakan.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung Wali Kota Tarakan, Khairul, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan Agustina, serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana anak sejak usia dini diperkenalkan dengan nilai-nilai kebersamaan, kecintaan terhadap lingkungan, serta budaya daerah.
Menurutnya, pengenalan budaya kepada anak sejak usia dini penting dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“Pendidikan karakter itu harus dimulai sejak usia dini. Anak-anak bukan hanya kita ajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga perlu dikenalkan dengan budaya daerahnya. Dengan begitu, mereka tumbuh dengan rasa bangga dan cinta terhadap budaya yang menjadi bagian dari identitas kita,” ujar Khairul.
Ia menilai kegiatan seperti workshop Tari Jepin dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Melalui seni tari, berbagai nilai seperti kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, dan penghargaan terhadap budaya dapat ditanamkan secara lebih mudah.
Khairul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi dapat terus dikembangkan di lingkungan PAUD sehingga budaya daerah semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.
Sementara itu, kehadiran Datu Norbek sebagai narasumber memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenal lebih dekat Tari Jepin sekaligus nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tarakan mendorong agar pelestarian budaya dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda sejak usia dini, sehingga budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (RF)








Discussion about this post