TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan bersama Kementerian Sosial RI terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan sosial yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian penerima manfaat.
Hal tersebut ditunjukkan melalui penyerahan Bantuan Program ATENSI Kementerian Sosial RI kepada 178 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Tarakan. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, di Gedung Wanita Pemerintah Kota Tarakan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kepala Sentra Handayani Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3APPKB, para camat dan lurah se-Kota Tarakan, Ketua LKS, serta Ketua PKBI Cabang Kota Tarakan.
Dalam kesempatan tersebut, Khairul menekankan bahwa bantuan pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Menurutnya, bantuan perlu dimanfaatkan sebagai modal awal agar penerima manfaat dapat meningkatkan kemampuan ekonomi dan kualitas hidup.
Dari total penerima bantuan, sebanyak 45 orang memperoleh bantuan modal usaha dalam bentuk barang dengan nilai sekitar Rp3 juta per orang. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dan modalnya terus berputar.
“Harapan kami, bantuan ini menjadi stimulan. Bapak-Ibu yang masih mampu berusaha, mudah-mudahan bisa keluar dari kondisi sulit dan kehidupannya menjadi lebih baik. Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah,” ujar Khairul.
Selain pemanfaatan bantuan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya ketepatan data penerima. Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu kunci agar berbagai program bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pada penyaluran kali ini, 178 PPKS penerima bantuan terdiri dari 45 orang kelompok rentan, 73 korban penyalahgunaan NAPZA melalui LKS Sekata, 22 lanjut usia, 5 anak, serta 33 penyandang disabilitas.
Pemerintah Kota Tarakan berharap bantuan ATENSI tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima, sekaligus mendorong mereka untuk lebih mandiri dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. (RF)








Discussion about this post