TARAKAN – Tokoh budaya Suku Tidung sekaligus Ketua Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka, Datu Norbeck, berharap lomba Tari Jepin kembali digelar di Kota Tarakan pada tahun ini.
Harapan tersebut disampaikan Datu Norbeck dalam kegiatan Workshop Tari Jepin 2026 tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang berlangsung selama tiga hari di Rumah Balai Adat Kampung Enam Tarakan.
Menurutnya, pelaksanaan lomba Tari Jepin dapat menjadi salah satu tindak lanjut atau output dari kegiatan workshop yang telah diberikan kepada para peserta. Dengan adanya perlombaan, peserta diharapkan memiliki ruang untuk menampilkan sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti workshop.
Datu Norbeck mengatakan, lomba Tari Jepin sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun lalu. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun ini sehingga semangat para peserta untuk mempelajari dan mengenal budaya daerah dapat terus terjaga.
Ia menilai, keberadaan perlombaan yang mengangkat tema budaya daerah dapat memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk terus berlatih. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dinilai penting sebagai sarana memperkenalkan seni dan budaya Tidung sejak usia dini.
Datu Norbeck sendiri dikenal aktif dalam pelestarian budaya Tidung, termasuk seni tari. Ia merupakan pencipta Tari Jepin Kinsat Suara Siam yang dikembangkan di Sanggar Budaya Tradisi Paguntaka sejak 1995.
Melalui kegiatan workshop dan rencana pelaksanaan lomba, pelestarian Tari Jepin diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda sejak usia dini. (RF)








Discussion about this post