TARAKAN – Warga RT 10 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, mendesak pemerintah setempat untuk segera merealisasikan betonisasi jembatan penghubung utama, yang kondisinya kian memburuk setelah bertahun-tahun digunakan.
Jembatan permanen ini menjadi arteri vital bagi mayoritas penduduk setempat, yang mayoritas bekerja sebagai petani rumput laut.
Mereka berharap pembangunan jembatan beton dapat memungkinkan truk pengangkut hasil panen masuk langsung ke pesisir pantai, mengurangi ketergantungan pada transportasi manual yang saat ini terhambat di ujung jembatan kayu.
Wilayah ini menyumbang kontribusi ekonomi signifikan, dengan potensi panen rumput laut mencapai 100 ton per minggu, menjadikan infrastruktur ini krusial untuk mendukung mata pencaharian ribuan keluarga.
Salah seorang warga, Andi Cahruddin, menceritakan bahwa jembatan saat ini merupakan hasil inisiatif swadaya masyarakat sekitar tiga tahun lalu.
“Jembatan ini dulu enggak ada. Kami putar jauh. Terus warga inisiatif, iuran, gotong royong bangun pakai kayu seadanya,” ujarnya.
Namun, struktur kayu tersebut kini menimbulkan kekhawatiran keselamatan.
“Kayunya sekarang sudah lapuk, berlubang di mana-mana. Kami cemas soal kekuatan jembatan ini karena sudah dipakai bertahun-tahun. Kami sangat berharap Pak DPRD bisa memperjuangkan ini agar selesai sebelum 2029. Kalau tahun depan dapat, itu sangat alhamdulillah,” tambah Cahruddin.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Tarakan Asrin R Saleh menegaskan bahwa keluhan ini telah menjadi prioritas utama di wilayah Pantai Amal.
“Jembatan ini juga sudah jadi keluhan utama yang diminta diperbaiki. Saya sampaikan kepada warga RT 10, apa pun yang menjadi aspirasi, InsyaAllah akan kami tampung dan tindak lanjuti,” katanya.
Meski beberapa proyek lain seperti pengerasan jalan dan drainase telah terealisasi di kelurahan tersebut, Asrin berjanji akan segera menyampaikan usulan betonisasi jembatan ke Pemerintah Kota Tarakan untuk mendapatkan alokasi anggaran.
“Warga diharap bersabar menanti prosesnya,” tutupnya.
Keluhan infrastruktur di daerah pesisir seperti Pantai Amal sering kali mencerminkan tantangan lebih luas di Tarakan, yang bergantung pada sektor perikanan dan rumput laut sebagai pilar ekonomi, di tengah keterbatasan anggaran daerah. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post