TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) kini mendapatkan angin segar dengan hadirnya bantuan berupa dua unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Bantuan ini menjadi solusi untuk mengatasi keluhan minimnya pencahayaan di lingkungan kampus pada malam hari, yang selama ini kerap menjadi kendala bagi sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas.
Dengan adanya PJUTS, kampus UBT diharapkan menjadi lebih nyaman dan aman, terutama bagi mahasiswa, dosen, dan staf yang beraktivitas hingga larut malam.
Inisiatif mulia ini bermula dari seorang mahasiswa Program Magister Hukum angkatan 2023, yang dengan tekad kuat ingin memberikan kontribusi nyata bagi almamaternya.
Sahbudiman, yang menjadi penggagas, menjelaskan bahwa ide pengadaan PJUTS ini berawal dari pengajuan sederhana kepada anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2024.
“Awalnya kami hanya mengajukan satu unit, tapi alhamdulillah, pada 2025 ini realisasinya justru melebihi harapan. Kami mendapat dua unit langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Menurut Sahbudiman, proses pengajuan tersebut tidak lepas dari kerja sama dan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pihak kampus dan instansi terkait. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa usaha kecil dari seorang mahasiswa dapat membawa dampak besar bagi lingkungan kampus.
“Saya hanya ingin kampus ini lebih baik, terutama untuk teman-teman mahasiswa yang sering belajar atau berkegiatan hingga malam,” tambahnya.
Kebutuhan akan penerangan tambahan ini sebenarnya telah lama dirasakan oleh civitas akademika UBT.
Kepala Biro Umum UBT sebelumnya telah menyampaikan bahwa minimnya pencahayaan di sejumlah area kampus, seperti jalur pejalan kaki dan ruas jalan utama, sering kali menimbulkan rasa was-was, terutama bagi mahasiswa yang harus pulang malam.
“Beberapa titik di kampus memang gelap, sehingga kami sangat membutuhkan penerangan tambahan untuk menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas,” ungkap salah seorang staf administrasi kampus.
Dekan Fakultas Hukum UBT, Syafruddin, turut menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran dua unit PJUTS ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan aktivitas akademik di kampus.
“Dengan penerangan yang memadai, aktivitas malam seperti perkuliahan, seminar, atau kegiatan kemahasiswaan bisa lebih optimal. Bahkan, kami tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan kelas malam di masa depan,” tuturnya dengan antusias.
Syafruddin juga menyoroti aspek ramah lingkungan dari PJUTS, yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat UBT untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya yang lebih bijaksana.
“Ini bukan hanya soal penerangan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Keberadaan PJUTS ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan mahasiswa. Rina, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi, mengaku merasa lebih tenang saat melintasi area kampus di malam hari.
“Dulu agak takut kalau lewat dekat gedung lama karena gelap. Sekarang, dengan lampu baru ini, jalannya terlihat jelas, jadi lebih nyaman,” ungkapnya.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Andi, mahasiswa Teknik, yang berharap lebih banyak titik di kampus mendapatkan penerangan serupa.
Meski baru dua unit PJUTS yang terpasang, pihak kampus optimistis bahwa bantuan ini menjadi langkah awal menuju perbaikan fasilitas yang lebih komprehensif.
Syafruddin mengungkapkan harapannya agar ke depan ada tambahan bantuan serupa, baik dari pemerintah, alumni, maupun pihak swasta, untuk memperluas cakupan penerangan di seluruh area kampus.
“Kami berharap ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan infrastruktur kampus demi mendukung proses belajar-mengajar yang lebih baik,” katanya.
Bantuan PJUTS ini bukan hanya sekadar tambahan fasilitas, tetapi juga simbol dari kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak terhadap dunia pendidikan. Dengan langkah kecil yang dimulai dari seorang mahasiswa, UBT kini selangkah lebih dekat untuk menjadi kampus yang lebih terang, aman, dan kondusif bagi semua. (*)
Reporter : Herul A. Mukhlis
Editor : Arif Rusman









Discussion about this post