TARAKAN — SD Negeri 035 Tarakan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan anti bullying di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Kepala SD Negeri 035 Tarakan, Anita Nurhasanah, mengatakan pencegahan bullying menjadi perhatian pihak sekolah, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang dapat memberikan rasa aman bagi para pelajar.
Menurut Anita, gerakan anti bullying tidak dapat dilakukan hanya oleh pihak sekolah. Karena itu, SD Negeri 035 Tarakan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki kompetensi dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah.
Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, psikolog, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga puskesmas. Sinergi tersebut dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta berbagai kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan sesama.
“Kami terus mendukung gerakan anti bullying, khususnya di lingkungan SD Negeri 035 Tarakan. Anak-anak harus mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di sekolah. Karena itu, kami tidak berjalan sendiri, tetapi sudah bekerja sama dengan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, psikolog, BNN, hingga puskesmas,” ujar Anita Nurhasanah.
Ia menambahkan, edukasi mengenai bullying perlu diberikan sejak usia sekolah dasar. Para siswa perlu dibekali pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, baik secara verbal, fisik maupun tindakan lain yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis teman sebaya.
Anita berharap melalui kolaborasi berbagai pihak dan keterlibatan seluruh warga sekolah, gerakan anti bullying dapat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih ramah bagi anak.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bercanda juga ada batasnya. Jangan sampai candaan justru membuat teman merasa takut, sedih atau tertekan. Harapan kami, seluruh siswa bisa saling menghargai, saling menjaga, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (RF)








Discussion about this post