TARAKAN – Seorang pria berinisial ED (40), yang diduga mengalami gangguan jiwa, nekat membawa kabur mobil yang ditinggalkan dalam keadaan menyala di depan mesin ATM di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah, pada Minggu (12/10/2025) sekitar tengah hari.
Aksi tersebut memicu kehebohan warga dan berujung pada pengejaran hingga pelaku diamankan di Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar.
Kapolsek Tarakan Barat, IPDA Niger Andian Bunga, menjelaskan bahwa kejadian berawal saat pemilik mobil memarkir kendaraannya di bahu jalan untuk mengambil uang di ATM, meninggalkan mobil dalam keadaan mesin menyala karena menggunakan sistem keyless.
“Pelaku lewat, melihat mobil menyala, lalu langsung masuk dan membawanya,” ujar Niger pada Senin (13/10/2025).
Aksi ED terdeteksi oleh istri pemilik mobil yang berada di sekitar lokasi. Ia segera melapor kepada suami dan pihak kepolisian.
Polsek Tarakan Barat langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan pelaku di kawasan Perumda Air Minum Tirta Alam, Karang Anyar.
“Warga sempat emosi, mengira ini pencurian biasa, dan pelaku hampir dipukuli. Beruntung, anggota cepat mengamankan situasi,” tambah IPDA Niger.
Pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa ED memiliki riwayat gangguan kejiwaan, yang dikonfirmasi pihak RSUD dr. Jusuf SK Tarakan.
“Pelaku pernah dirawat di ruang Teratai karena gangguan jiwa sebanyak dua kali. Ia sebelumnya bekerja sebagai sopir alat berat, tetapi berhenti karena kondisinya,” ungkap IPDA Niger.
Mobil yang dikuasai ED selama sekitar 30 menit dikembalikan tanpa kerusakan atau kehilangan barang. Pemilik mobil memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum karena tidak ada kerugian material.
“Ini bukan pencurian biasa. Pelaku bertindak tanpa kesadaran penuh. Kasus ini tidak dilanjutkan,” jelas IPDA Niger.
Polisi mengimbau masyarakat, terutama pengguna mobil keyless, untuk tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan menyala meski hanya sebentar.
“Ini pelajaran agar lebih berhati-hati. Risiko tetap ada, terutama dengan orang yang tidak stabil secara mental,” tutup IPDA Niger. (*)
Reporter : Arif Rusman









Discussion about this post