Tarakan – Kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara ucap peredaran rupiah selama Ramadhan 1442 H meningkat dari tahun sebelumnya pada gelar pertemuan wartawan mei 2021 (10/5).
Pada pertemuan yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh Bambang Irwanto selaku kepala tim perumusan dan implementasi Kekda; Dodi Hermawan selaku kepala Tim Implementasi SP PUR dan MI; Yufrizal selaku kepala Kantor perwakilan BI Kaltara.
Berdasarkan data perbandingan kebutuhan uang selama Ramadhan dan idul Fitri dari Bank Indonesia Kalimantan Utara, selama masa pandemi covid-19, yaitu pada pertama pandemi proyeksi kebutuhan uang sebesar Rp 626,1 Miliar.
Namun, karena pembatasan akses kegiatan publik dan aktivitas lainnya di bulan ramadhan dan idul Fitri, realisasi hanya sebesar 44.84%.
Sementara pada tahun 2021 ini, berdasarkan perhitungan proyeksi kebutuhan uang diproyeksikan sebesar Rp 410,7 miliar mengalami penurunan sebesar -34,30% dari proyeksi tahun 2020 yang dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan dari tahun sebelumnya.
Selain itu, pada Minggu ke 3 periode 24-30 April 2021 telah terealisasi sebesar 213,3 miliar dan diproyeksikan sampai dengan akhir Minggu ke-4 menjelang hari raya idulfitri dapat terealisasi sebesar 305,9 miliar atau 74,48% dari proyeksi.
Sehingga jika dibandingkan realisasi dengan tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2020, maka terdapat kenaikan sebesar 9,13%. (ANR)










Discussion about this post