BULUNGAN – Suasana sakral menyelimuti selasar Gedung B Mapolda Kalimantan Utara. Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara menggelar upacara Pencucian Pataka “Ngelimut Mengka Peguna” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79.
Momen ini jadi simbol komitmen Polri untuk terus menjaga integritas dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, upacara dimulai pukul 09.00 WITA. Seluruh jajaran personel Polda Kaltara tampak kompak mengikuti setiap prosesi dengan penuh khidmat.
Diawali dengan lagu Mars Polri yang menggema, suasana semakin terasa saat Pataka Polda Kaltara, masih terselubung, memasuki arena upacara.
Sorotan utama tertuju pada prosesi pencucian Pataka. Dengan penuh hormat, Pengasuh Pataka membuka selubung, disusul penghormatan dari seluruh peserta. Proses pencucian ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol pembersihan diri dan semangat menjaga kehormatan institusi Polri.
“Ini adalah cerminan komitmen kami untuk terus melayani dengan integritas,” ujar Irjen Pol. Hary Sudwijanto.
Usai pencucian, lantunan Hymne Polri yang syahdu dan pembacaan doa mengiringi doa untuk kelancaran tugas kepolisian ke depan. Upacara ditutup dengan prosesi penyelimutan kembali Pataka, laporan penutup dari Komandan Upacara, dan penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara.
Kapolda menegaskan, makna “Ngelimut Mengka Peguna” yang berarti memberikan rasa aman dan damai menjadi pijakan Polda Kaltara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. “Upacara ini mengingatkan kita untuk terus profesional dan berdedikasi,” tutupnya. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post