Tarakan – Pelaksanaan Pawai Budaya Iraw Tengkayu XV berlangsung semarak dengan diikuti lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan hingga masyarakat umum. Ribuan peserta memadati kawasan depan Kantor Imigrasi Tarakan dengan menampilkan beragam atraksi budaya serta busana adat yang didominasi pakaian adat asli Kalimantan.
Pawai budaya secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, yang didampingi Ketua TP PKK Kota Tarakan, Sitti Rujiah, serta Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, beserta istri. Pembukaan ditandai dengan pelepasan peserta yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Tahun ini, pawai budaya menghadirkan beragam kategori, yakni kategori pejalan kaki, sepeda hias, dan mobil hias. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta kategori pejalan kaki mencapai 3.622 orang, kategori sepeda hias sebanyak 141 peserta, dan kategori mobil hias sebanyak 621 peserta. Seluruh peserta menampilkan kreativitas terbaik dengan mengusung kekayaan budaya daerah, khususnya budaya Kalimantan, melalui kostum, dekorasi kendaraan, hingga pertunjukan seni yang memukau.

Dalam sambutannya, Khairul menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun ini dipercepat dari jadwal biasanya, hal tersebut tidak mengurangi makna yang ingin diwujudkan melalui penyelenggaraan festival budaya tersebut. Mengusung tema “Tradisi yang Terus Berlayar, Budaya yang Terus Hidup”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa budaya merupakan warisan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Walaupun pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun ini dipercepat, hal tersebut tidak mengurangi makna yang ingin kita capai. Sesuai tema ‘Tradisi yang Terus Berlayar, Budaya yang Terus Hidup’, kita ingin memastikan budaya tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. Alhamdulillah, Iraw Tengkayu juga kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026, dan kita berharap ke depan mampu masuk ke jajaran delapan besar event terbaik di Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat Tarakan dalam bingkai keberagaman budaya yang kita miliki,” ujar Khairul.
Ia menambahkan, masuknya Iraw Tengkayu ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 merupakan kebanggaan bagi Kota Tarakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Suasana pawai berlangsung meriah sejak awal hingga akhir kegiatan. Ribuan warga tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan penampilan para peserta yang menampilkan keberagaman budaya dengan penuh semangat dan kreativitas. Pemerintah Kota Tarakan berharap Iraw Tengkayu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Tarakan. (RF)








Discussion about this post