TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan tengah menyelesaikan verifikasi data 64 titik rawan longsor yang akan mendapat bantuan stimulan pemasangan turap dengan total anggaran Rp230 juta. Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, menyatakan program ini direncanakan dimulai minggu ini setelah koordinasi dengan Wali Kota.
“Saat ini kami dalam tahap akhir verifikasi data penerima stimulan. Setelah selesai, akan langsung dilakukan eksekusi pemasangan turap di titik-titik yang sudah terdata,” ujar Yonsep saat diwawancarai, Senin (23/6/2025).
Menurut Yonsep, dari 64 titik rawan longsor yang terdata, sebagian besar tersebar di Kecamatan Tarakan Barat, khususnya di Kelurahan Karanganyar. Titik-titik tersebut merupakan lokasi yang sebelumnya pernah mengalami kejadian longsor.
Dalam pelaksanaan program tahun 2025 ini, BPBD akan menggunakan turap dari kayu jenis Bengkirai sebagai pengganti beton. Pemilihan material ini dilakukan dengan pertimbangan ketersediaan dan regulasi yang berlaku.
“Kami tidak lagi menggunakan kayu Ulin karena sudah dilarang. Sebagai gantinya, kami pilih kayu Bengkirai yang kualitasnya juga baik untuk turap,” jelas Yonsep.
Kepala BPBD menjelaskan bahwa 64 titik yang dimaksud adalah jumlah lokasi, bukan jumlah rumah yang akan mendapat bantuan. Setiap titik akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Yonsep mengakui bahwa dengan anggaran Rp230 juta untuk keseluruhan program, pelaksanaan harus dilakukan secara bertahap. “Total anggaran Rp230 juta itu untuk seluruh kegiatan, bukan per titik. Makanya pelaksanaan kita lakukan bertahap, termasuk melalui mekanisme anggaran perubahan,” katanya.
Program pemasangan turap ini merupakan kelanjutan dari upaya mitigasi bencana yang telah dilakukan BPBD Tarakan sebelumnya. Lokasi-lokasi yang menjadi prioritas adalah area yang sudah pernah mengalami longsor dan memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Meski sudah menetapkan 64 titik, Yonsep tidak menutup kemungkinan adanya penambahan lokasi baru yang memerlukan pemasangan turap. “Ada potensi penambahan titik baru, tapi akan kita lakukan bertahap sesuai dengan prioritas dan ketersediaan anggaran,” ungkapnya.
Saat ini, tim BPBD tengah menunggu koordinasi waktu dengan Wali Kota untuk memulai eksekusi di lapangan. Dengan persiapan yang sudah matang, Yonsep optimis program ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat Tarakan yang tinggal di kawasan rawan longsor.
Program stimulan pemasangan turap ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana longsor di Kota Tarakan, sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana. (UL)











Discussion about this post