TARAKAN – Kasus dugaan keracunan alkohol di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Patimura, Kelurahan Pamusian, Tarakan, terus berlanjut. Polres Tarakan masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Bogor untuk memastikan penyebab kematian tiga korban dalam peristiwa tragis ini.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik, melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah, menyatakan bahwa hingga kini pihaknya telah memeriksa sekitar 11 saksi terkait kasus tersebut.
“Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 11 saksi, namun nanti akan ada pemanggilan kembali untuk beberapa saksi guna menguatkan keterangan sebelumnya,” ujar Ridho kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Menurut Ridho, pemeriksaan tambahan telah dijadwalkan sambil menanti hasil forensik dari Bogor.
“Kita masih menunggu hasil dari Puslabfor. Langkah selanjutnya, kita akan mendalami keterangan saksi tambahan dan mencari petunjuk lain yang relevan,” tambahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil laboratorium akan keluar.
“Puslabfor menangani pemeriksaan dari seluruh Indonesia, sehingga kita belum bisa pastikan waktu keluarnya hasil,” jelas Ridho.
Dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, yakni rumah pemilik THM di Jalan Kusuma Bangsa, lokasi THM, dan gudang penyimpanan minuman di kawasan Kampung Empat.
Dari penggeledahan tersebut, sejumlah barang bukti, termasuk berbagai jenis minuman, telah diamankan untuk diuji lebih lanjut. Selain itu, dokumen-dokumen terkait izin operasional THM juga turut disita.
“Yang jelas, kita sudah melakukan penggeledahan dan mengamankan barang bukti. Ya, ada (dokumen yang diamankan). Memiliki izin,” ungkap Ridho.
Meski demikian, penyidik masih menghadapi kendala karena rekaman CCTV di lokasi kejadian telah terhapus secara otomatis. Hal ini menyulitkan upaya untuk memperoleh bukti langsung dari lokasi kejadian.
Sebelumnya, kasus ini telah merenggut nyawa tiga orang, yaitu dua pengunjung berinisial RS dan JS, serta seorang pemandu karaoke (ladies company) berinisial SN.
Dua orang lainnya, berinisial S dan J, yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Jusuf SK, kini sudah pulih.
Ridho menambahkan bahwa fokus penyidik saat ini adalah mendalami keterangan saksi dan mencari petunjuk baru.
“Proses pendalaman masih berlangsung, terutama terkait keterangan saksi. Kami juga akan memanggil saksi tambahan untuk memperkuat bukti,” tuturnya. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post