TARAKAN – Ratusan pelajar dan orang tua memadati Aula SMPN 1 Tarakan, Kalimantan Utara, pada Minggu (10/8/2025), dalam acara penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi DPR RI dari PDI Perjuangan. Acara ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, Deddy Sitorus, yang memberikan semangat sekaligus pesan penting kepada para penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Deddy menegaskan betapa krusialnya pendidikan sebagai tangga menuju mobilitas sosial.
“Pendidikan itu sangat penting. Kita hanya bisa naik tangga sosial kalau adik-adik ini mendapat pendidikan yang baik dan layak,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, bukan untuk keperluan lain yang kurang esensial.
Deddy menjelaskan bahwa beasiswa PIP merupakan hasil pajak rakyat yang dikelola pemerintah, namun memerlukan perjuangan di DPR agar bisa tersalurkan ke daerah seperti Kalimantan Utara.
“Kalau kita enggak perjuangkan di DPR, enggak akan dapat. Dulu, satu tahun mungkin cuma 10 ribu untuk Kalimantan Utara. Tahun ini, kita dapat sekitar 2 ribu, dan nanti ada tahap kedua,” ungkapnya.
Dengan nada jenaka namun tegas, Deddy mengingatkan para orang tua agar tidak menggunakan dana beasiswa untuk hal-hal seperti belanja online atau keperluan pribadi.
“Jangan ambil satu rupiah pun dari uang ini. Kalau ada kelebihan, belikan vitamin atau susu untuk anak-anak. Jangan pesan COD biar glowing di pipi,” candanya, disambut tawa hadirin.
Deddy menekankan bahwa bantuan ini bukanlah jumlah besar, namun memiliki dampak signifikan jika digunakan dengan benar.
“Bagi kita, masyarakat pejuang, bukan pewaris, kalau bukan sekolah yang bikin anak-anak kita maju, apa lagi?” tuturnya.
Ia berharap program ini berlanjut hingga anak-anak penerima manfaat lulus SD, SMP, SMA/SMK, bahkan hingga kuliah.
Dalam acara ini, sebanyak 133 pelajar di Kota Tarakan menerima beasiswa, dengan rincian 97 siswa SD, 10 siswa SMP, dan 26 siswa SMA/SMK. Deddy juga menyebutkan bahwa tahap kedua serta program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sedang diproses.
Meski berada di Komisi II DPR RI, Deddy mengaku harus “mengobok-obok” rekan-rekannya di Komisi X untuk memastikan alokasi beasiswa ini sampai ke daerah pemilihannya.
“Ini bukan perjuangan mudah. Saya harus bilang ke teman-teman, ‘Bagi-bagi dong buat dapil saya’,” ujarnya.
Deddy mengajak masyarakat yang memiliki kendala terkait program ini untuk menghubungi anggota DPRD Tarakan dari PDIP, seperti Edi Patanan, Ratna, Saparudin, dan Markus Minggu. Ia juga membuka pintu komunikasi melalui kantor PDI Perjuangan atau DPRD setempat.
“Kalau ada masalah, silakan datang. Kita ini komunitas, harus saling bantu,” tutupnya. (*)
Reporter : Arif Rusman













Discussion about this post