Tarakan – Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Utara, Usman Coddang, menyampaikan dukungan moral dan semangat kuat kepada rekan-rekan wartawan Televisi Nasional, yang terdampak kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) masal di sejumlah stasiun televisi pada tahun ini.
Sejak awal 2025, sejumlah stasiun televisi skala Nasional, telah melakukan serangkaian PHK, terhadap puluhan Jurnalis, terutama di bagian berita. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius soal keberlangsungan profesi serta masa depan Jurnalisme televisi di Indonesia.
Meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan restrukturisasi di beberapa media, wartawan harus tetap profesional, menjaga kode etik, dan tidak patah semangat. Kecerdasan, akurasi, dan integritas adalah modal yang tak ternilai.
Usman coddang, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini, namun di saat yang sama, ia mendorong para jurnalis untuk tidak kehilangan semangat dan terus beradaptasi.
‘’Ini adalah masa sulit, tapi bukan akhir dari segalanya. Jurnalis adalah profesi yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di tengah banjir informasi. Kita harus tetap menjaga integritas, mengasah kemampuan, dan membuka diri terhadap peluang-peluang baru,’’ Tegas Coddang. (RF)











Discussion about this post