TARAKAN – Dalam peringatan HUT Kota Tarakan ke-28, Wali Kota Tarakan memaparkan berbagai upaya pembenahan yang tengah dilakukan untuk mengatasi permasalahan seperti banjir dan kerusakan jalan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna bersama DPRD Tarakan yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi kota.
“Yang pasti memang kita terus berbenah. Walaupun tantangan 2026 ini terlalu besar, saya kira,” ungkap Wali Kota Tarakan.
Ia menyoroti persoalan jalan-jalan nasional yang masih banyak memerlukan perbaikan oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
“Mudah-mudahan jalan nasional tahun depan bisa ditangani,” harapnya.
Terkait persoalan banjir, Wali Kota menegaskan bahwa tahun depan akan fokus pada penanganan di Kelurahan Karang anyar, khususnya pada kawasan masjid Darul Faizin.
“Kita sedang bangun masjid dalam. Kalau masjidnya sudah jadi, kita pindahkan, lalu yang lama dibongkar untuk pelebaran sungai,” jelasnya.
Pelebaran sungai tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan aliran air di kawasan tersebut . Selain itu, beberapa titik lain juga masuk dalam program penanganan banjir tahun depan, seperti Sungai Semunti (Juwata Laut) , Kampung Enam dan Karang Harapan.
“Pelan-pelan kita lakukan karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama melalui program Safari Gotong Royong yang dilaksanakan setiap bulan untuk membersihkan drainase.
Mengenai program-program pembangunan lainnya, Wali Kota optimis 20 program unggulan yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik.
“Di tahun 2025 ini, dalam catatan kami, hanya dua program yang belum dikerjakan, salah satunya yaitu gas,” ungkapnya.
Untuk penyaluran gas rumah tangga, pemerintah kota sedang berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Awalnya, penanganan akan dilakukan melalui BUMD, namun terkendala regulasi dari kementerian.
“Kami sedang berkomunikasi dengan ESDM, mudah-mudahan bisa dibantu untuk percepatan penyambungan gas rumah tangga,” harapnya.
Wali kota juga mengakui keterbatasan APBD di tahun 2025. Wali Kota menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
“Hal-hal yang menjadi kewenangan dan kewajiban mereka, seperti jalan provinsi, mudah-mudahan bisa mereka jalankan,” katanya.
Untuk jalan kota, pemerintah akan tetap mengalokasikan anggaran meskipun harus bertahap.
“Target yang tadinya mungkin 1 kilometer, kita kerjakan dulu 800 meter atau 500 meter, dibagi-bagi sesuai dengan kue anggaran. Tapi tetap berjalan, walaupun tidak selaju tahun kemarin,” jelasnya.
Wali Kota menutup paparannya dengan harapan akan adanya perbaikan kondisi keuangan daerah.
“Sambil kita berdoa, mudah-mudahan di tahun 2027 ada perubahan, ada penambahan anggaran,” pungkasnya.(UL)









Discussion about this post