TARAKAN – Kota Tarakan kembali menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi kota ramah anak melalui Verifikasi Lapangan Hybrid Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) 2024 yang berlangsung pada Rabu (18/6/2025).
Acara ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk memamerkan berbagai capaian dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., turut hadir secara daring, memimpin presentasi dari jarak jauh, sementara Wakil Wali Kota, Ibnu Saud Is, tampil langsung mewakili Pemkot di ruang rapat Wali Kota.
Tak ketinggalan, Plh. Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Nanang A. Rachman, S.Sos., M.Si., bersama seluruh anggota Gugus Tugas KLA Kota Tarakan, juga mengikuti kegiatan ini secara virtual.
Dalam presentasinya, Wali Kota Khairul memaparkan sederet langkah strategis yang telah dilakukan Pemkot Tarakan untuk mewujudkan visi Kota Layak Anak. Mulai dari penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, seperti taman bermain dan ruang laktasi, hingga penguatan regulasi dan kelembagaan untuk mendukung perlindungan anak.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci, melibatkan berbagai pihak seperti organisasi masyarakat, sekolah, hingga komunitas lokal untuk memastikan hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga keamanan, terpenuhi dengan baik.
“Kami ingin anak-anak di Tarakan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi mereka. Untuk itu, kami terus berinovasi, baik dari sisi infrastruktur maupun kebijakan yang berpihak pada anak,” ungkap.
Ini bukan kali pertama Tarakan mengikuti ajang evaluasi KLA. Pada 2022 dan 2023, kota ini berhasil meraih predikat Pratama, sebuah pencapaian yang sudah membanggakan. Namun, di tahun 2024, Tarakan menunjukkan peningkatan signifikan.
Berdasarkan hasil penilaian mandiri, Tarakan berhasil mencatatkan skor impresif sebesar 854,56. Angka ini menandakan kemajuan besar dalam pemenuhan indikator KLA, seperti akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi.
Peningkatan skor ini tak lepas dari kerja keras seluruh elemen Pemkot dan masyarakat Tarakan. Berbagai program unggulan, seperti pembentukan sekolah ramah anak, kampanye anti-kekerasan terhadap anak, dan peningkatan fasilitas publik, menjadi bukti nyata komitmen kota ini.
“Kami tidak hanya mengejar predikat, tapi ingin memastikan anak-anak Tarakan benar-benar merasakan manfaat dari program-program ini,” tambah Khairul.
Pemkot Tarakan menegaskan bahwa evaluasi KLA bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan cerminan dari tanggung jawab mereka untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.
Dengan skor yang terus meningkat, Tarakan optimistis bisa naik kelas dari predikat Pratama ke level yang lebih tinggi di tahun ini. Ke depan, Pemkot Tarakan berjanji untuk terus memperkuat kebijakan dan layanan yang berorientasi pada anak.
“Kami ingin Tarakan menjadi kota yang tidak hanya layak, tapi juga dicintai anak-anak. Mereka adalah masa depan kami, dan kami akan terus berjuang untuk mereka,” tegas Wakil Wali Kota Ibnu Saud Is.(*)
Reporter : Arif Rusman













Discussion about this post