TARAKAN – Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Ilyas Tarakan memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada siswa SMA di Kota Tarakan, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 sekaligus mendukung pelaksanaan BHD secara serentak di seluruh Indonesia melalui video conference dalam rangka pemecahan Rekor MURI.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat pembekalan mengenai cara memberikan pertolongan awal kepada korban yang mengalami kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti napas dan henti jantung.
Dokter Spesialis Bedah Emergency dan Traumatologi sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Mayor Laut (K) dr. Fatahillah Muazdhani, Sp.B-ET, mengatakan pemahaman mengenai BHD penting diberikan kepada masyarakat, termasuk generasi muda, karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja.
“Bantuan hidup dasar merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat penting. Dengan memahami langkah-langkah yang benar, siswa diharapkan mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” ujar Fatahillah.
Para peserta kemudian mendapatkan materi mengenai cara mengenali kondisi korban, meminta bantuan, serta melakukan Resusitasi Jantung Paru atau RJP. Setelah menerima penjelasan, siswa juga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan BHD dengan didampingi tenaga kesehatan.
Sementara itu, Kataud Rumkital Ilyas Tarakan sekaligus Koordinator Kegiatan, Letda Laut (K) Erza Arvenda Novandi, S.Tr.Kes, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan para siswa dalam menghadapi kondisi darurat. Kami berharap materi yang diberikan dapat dipahami dan nantinya bisa diterapkan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan segera,” kata Erza.
Pelaksanaan BHD secara serentak tersebut juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Wakil Kepala SMAN 1 Tarakan, Ritna Damayanti, M.Pd, menyambut baik kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan tambahan kepada para siswa.
“Ini merupakan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana memberikan pertolongan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan,” ujar Ritna.
Menurutnya, keterampilan seperti BHD penting dimiliki siswa karena dapat menjadi bekal dalam menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Rumkital Ilyas Tarakan berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan BHD secara serentak melalui video conference bersama peserta dari berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari rangkaian pemecahan Rekor MURI dalam momentum HUT ke-81 TNI Tahun 2026. (RF)








Discussion about this post