Tarakan – Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang digagas Kementerian Kehutanan, yang kini menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terus berupaya memperkuat ketahanan pesisir melalui rehabilitasi ekosistem mangrove di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu fokus kegiatan juga dilakukan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
M4CR tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan rehabilitasi, tetapi juga mendorong edukasi dan sosialisasi kepada semua kalangan, termasuk para pelajar, terkait pentingnya menjaga kelestarian mangrove. Pasalnya, mangrove dipercaya memiliki peran besar dalam mencegah abrasi, melindungi garis pantai, serta menjadi penyangga ekosistem pesisir.
“Melalui program ini, kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa mangrove bukan hanya tanaman pesisir biasa, tetapi benteng alami yang sangat penting untuk keberlangsungan lingkungan dan kehidupan di wilayah pesisir,” ujar Sarif, selaku Manajer M4CR Kementerian Kehutanan Kaltara.
Ia menambahkan, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem mangrove. Dengan melibatkan sekolah, komunitas, hingga masyarakat pesisir, diharapkan gerakan menjaga dan menanam mangrove bisa menjadi budaya bersama.
Program M4CR juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun dunia pendidikan, guna memastikan keberlangsungan ekosistem mangrove yang ada di Tarakan dan wilayah pesisir Indonesia lainnya. (RF)








Discussion about this post