TARAKAN – Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke PT Pheonix Resources International di Tarakan pada Kamis (10/4/2025). Inspeksi ini digelar untuk memastikan pengelolaan limbah perusahaan yang sempat dilaporkan overload tidak mencemari lingkungan, khususnya perairan laut.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menyatakan bahwa kadar pH limbah PT Pheonix telah sesuai standar baku mutu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yakni antara 6 hingga 9.
“Kami tanyakan langsung soal pH limbah yang dibuang. Pihak perusahaan memastikan angkanya sudah mendekati 6, masih dalam batas aman,” ujar Jufri usai tinjauan.
Meski demikian, Jufri menegaskan bahwa perusahaan harus meningkatkan sistem pengelolaan limbah. PT Pheonix, kata dia, telah berkomitmen membangun kolam kontrol sebagai langkah antisipasi.
“Limbah akan dialirkan ke kolam terlebih dahulu. Jika sudah memenuhi standar, baru dibuang ke laut. Ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Komisi III juga meminta PT Pheonix melibatkan DPRD dalam laporan berkala terkait kondisi limbah. “Laporan awalnya setiap enam bulan, tapi kami usulkan dipercepat menjadi tiga bulan sekali. Bahkan, jika memungkinkan, sebulan sekali kami akan turun memantau langsung,” tegas Jufri.
Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan agar laut Tarakan tetap bersih dari pencemaran.
Sementara itu, Manajer Enviro and License PT Pheonix, Juwendi Jamal, menjelaskan bahwa isu limbah overload tidak sepenuhnya benar. “Kami sedang dalam tahap pra-produksi, bukan produksi penuh. Kolam kontrol memang sudah direncanakan, tapi masih dalam proses pengajuan karena AMDAL kami awalnya mengizinkan pembuangan langsung ke laut,” ungkapnya.
Juwendi menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mencegah pencemaran. Dengan investasi mencapai Rp 20 triliun, PT Pheonix, katanya, menerapkan pengolahan limbah berbasis kimia, fisika, dan biologi. “Kami serius menjaga lingkungan. Limbah harus dipastikan aman sebelum dibuang,” ujarnya.
Saat ini, PT Pheonix tengah memperbaiki sistem pembuangan limbah agar sesuai standar lingkungan. “Kami mohon waktu untuk menyelesaikan perbaikan. Kritik dari masyarakat kami terima sebagai masukan positif,” tambah Juwendi.
Harapan untuk Tarakan
Juwendi berharap kehadiran PT Pheonix tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga menjaga harmoni dengan lingkungan. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat investasi ini tanpa mengorbankan alam,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara DPRD dan perusahaan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Warga Tarakan pun berharap langkah nyata segera terwujud demi masa depan yang lebih baik. (*)
Reporter : Arif Rusman








Discussion about this post