TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tarakan untuk periode 2025–2029, Jumat (11/4/2025) di Gedung Serbaguna.
Acara ini menjadi tonggak penting dalam menyusun arah pembangunan kota selama lima tahun ke depan, sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Tarakan untuk melibatkan masyarakat dalam setiap langkah perencanaan.
Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah wadah strategis untuk menyerap aspirasi, ide, dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017, ia menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan tahapan krusial dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Melalui forum ini, kita tidak hanya merumuskan rencana, tetapi juga membangun kesepahaman bersama untuk mewujudkan Tarakan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Forum ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan instansi pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh adat dan pemuda. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merancang masa depan kota yang dikenal sebagai “Kota Paguntaka” ini.
Ibnu Saud menegaskan bahwa setiap masukan yang terkumpul akan dirangkum dalam berita acara kesepakatan, yang kemudian menjadi pijakan utama dalam penyusunan dokumen final RPJMD.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyoroti bahwa RPJMD 2025–2029 tidak hanya menjadi panduan pembangunan jangka menengah, tetapi juga fondasi bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tarakan untuk tahun 2026. Ia memaparkan bahwa forum ini turut membahas berbagai isu strategis, seperti penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan daya saing kota.
“Kita ingin Tarakan menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan alamnya,” tambahnya.
Ibnu Saud juga mengajak seluruh peserta untuk berpikir visioner dan berani mengusulkan ide-ide inovatif. Menurutnya, pembangunan yang sukses adalah hasil dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan dukungan, kritik, dan saran dari semua pihak untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Acara ini pun berlangsung dinamis, dengan sesi diskusi yang memungkinkan peserta menyampaikan pandangan mereka secara langsung. Berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, mengalir deras, mencerminkan semangat masyarakat Tarakan untuk turut andil dalam membangun kota mereka.
Forum ini juga menjadi ajang untuk memetakan tantangan dan peluang yang akan dihadapi Tarakan dalam lima tahun ke depan, termasuk bagaimana kota ini dapat beradaptasi dengan dinamika global tanpa kehilangan identitas lokalnya.
Sebagai penutup, Ibnu Saud mengungkapkan optimismenya bahwa dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini, Tarakan akan mampu mencapai visi pembangunan yang telah dicanangkan. Ia berharap RPJMD 2025–2029 tidak hanya menjadi dokumen tertulis, tetapi juga cerminan dari mimpi dan harapan seluruh warga Tarakan.
“Mari kita wujudkan Tarakan yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing, bersama-sama,” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Forum Konsultasi Publik ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Kota Tarakan tidak lagi berjalan searah, melainkan melibatkan suara masyarakat sebagai pilar utama. Dengan langkah awal yang kokoh ini, Tarakan siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, harmonis, dan berkelanjutan. (*)
Reporter : Arif Rusman








Discussion about this post