Tarakan — Seorang driver ojek online (ojol) wanita menjadi sorotan publik di Kota Tarakan. Ia adalah Saparina Tina, perempuan yang telah menekuni profesi ini sejak tahun 2018 dan tercatat sebagai driver ojol wanita pertama di Tarakan.
Selama bertahun-tahun, Saparina Tina terus beraktivitas di jalanan, baik sebagai driver ojol maupun driver Batik Group Tarakan. Perjalanannya tidak selalu mudah; banyak tantangan yang ia hadapi saat bekerja. Namun, semua ia jalani demi membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.
“Saya tetap berusaha menjalani pekerjaan ini demi menyekolahkan anak-anak saya sampai ke perguruan tinggi,” ungkap Saparina.
Dalam program Tarakan TV – Pesona Wanita, Saparina Tina membagikan pengalamannya selama menjadi driver ojol. Ia mengungkapkan bahwa masih ada kekhawatiran terkait risiko pelecehan seksual yang bisa terjadi pada para driver wanita, terutama mereka yang beroperasi pada malam hari.
“Kami para driver wanita masih khawatir dengan pelecehan seksual, apalagi kalau bekerja malam hari,” ujarnya.
Meski begitu, ia menilai risiko tersebut dapat diminimalkan melalui solidaritas sesama driver ojol.
“Selama kami solid dan saling menjaga, insyaAllah tetap aman,” tambahnya.
Perjalanan panjang Saparina Tina dalam dunia ojek online menjadi bukti ketangguhan seorang perempuan dalam menjalani peran ganda, baik sebagai tulang punggung keluarga maupun pencari nafkah. Semangatnya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Kota Tarakan. (RF)













Discussion about this post