TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menegaskan komitmen kuat untuk terus menyalurkan insentif bagi para guru yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, memastikan bahwa program insentif ini berjalan lancar tanpa kendala dan akan terus menjadi prioritas untuk mendukung kesejahteraan pendidik di wilayahnya.
“Insentif untuk guru SD, SMP, TK, PAUD, guru mengaji, hingga guru Sekolah Minggu tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada masalah dalam penyalurannya, dan anggaran selalu kami siapkan setiap tahun,” ujar Khairul saat ditemui awak media di Tarakan, Selasa (22/4).
Ia menegaskan, program ini mencakup semua guru, baik honorer maupun tenaga pendidik di sekolah swasta, kecuali Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sudah menerima gaji sebagai ASN.
Khairul menjelaskan bahwa meskipun nominal insentif untuk masing-masing kategori guru tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, total anggaran untuk program ini mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebabkan oleh perubahan status banyak guru honorer menjadi P3K, yang membutuhkan alokasi dana lebih besar.
“Anggaran untuk insentif dan gaji P3K meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan saat mereka masih honorer. Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus mendukung para pendidik,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan anggaran ini mencerminkan upaya Pemkot Tarakan untuk memastikan semua tenaga pendidik mendapatkan haknya.
“Hampir semua guru dan tenaga kependidikan kini sudah menjadi P3K. Anggarannya memang bertambah, tapi kami pastikan tetap konsisten dengan komitmen awal untuk tidak mengurangi dukungan kepada mereka,” tegas Khairul.
Wali Kota menegaskan bahwa insentif guru dari APBD Tarakan bersifat permanen dan tidak akan dihapuskan.
“Selama ini, kami rutin membayarkan insentif tanpa terkecuali. Ini adalah tanggung jawab kami untuk menghargai dedikasi para pendidik,” ungkapnya.
Terkait kabar rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk menghapus insentif guru di kabupaten/kota, Khairul menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan memengaruhi program di Tarakan.
“Kebijakan provinsi adalah urusan mereka. Yang jelas, di Tarakan, insentif tetap kami salurkan setiap tahun,” katanya dengan tegas.
Khairul juga mengungkapkan bahwa sesuai janji kampanyenya, insentif untuk beberapa kategori akan mengalami kenaikan.
“Insentif untuk guru mengaji, guru Sekolah Minggu, kader Posyandu, Dasawisma, dan insentif RT akan kami naikkan. Detail nominalnya akan diumumkan setelah proses penyerahan selesai,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan pelaku sosial di Tarakan.
Selain insentif, Khairul menyampaikan bahwa Pemkot Tarakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pendukung.
“Insentif hanyalah salah satu bentuk dukungan. Kami ingin para guru merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Tarakan,” tuturnya. Ia berharap, dengan konsistensi insentif dan dukungan lainnya, Tarakan dapat mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Komitmen Wali Kota ini menjadi bukti bahwa Pemkot Tarakan menempatkan guru sebagai pilar utama dalam pembangunan pendidikan. Dengan insentif yang terus mengalir dan janji kenaikan anggaran, Tarakan menunjukkan langkah nyata untuk menghargai jasa para pendidik. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post